BERITABANDUNG


  • 07 April 2017 | 22:23 WIB

Putin: Rudal AS ke Suriah Lukai Hubungan dengan Rusia

Editor: Yatti Chahyati


 Putin: Rudal AS ke Suriah Lukai Hubungan dengan Rusia
SERANGAN AMERIKA - Foto kondisi pasca serangan kimia di Suriah. (Mirror)

MOSKOW, BERITABANDUNG.COM -- Presiden Rusia Vladimir Putin meyakini bahwa serangan peluru kendali (rudal) Amerika Serikat (AS) ke sebuah pangkalan udara Suriah sebagai perbuatan melanggar hukum internasional dan telah melukai hubungan AS dengan Rusia.

Juru bicara Putin, Dmitry Peskov, pada Jumat menyatakan pemimpin Rusia, yang merupakan sekutu setia Presiden Suriah Bashar al-Assad, menganggap tindakan AS sebagai agresi terhadap bangsa yang berdaulat dengan dalih yang dibuat-buat dan sebagai upaya buruk untuk mengalihkan perhatian dunia dari kematian warga sipil di Irak akibat serangan AS.

Rusia tidak percaya bahwa Suriah memiliki senjata kimia, dan tindakan AS pasti akan menciptakan hambatan serius untuk menciptakan koalisi internasional untuk memerangi terorisme, sebuah ide yang telah berulang kali didorong oleh Putin.

Sebelumnyaa, Presiden AS Donald Trump memerintahkan militernya untuk melancarkan serangan peluru kendali ke sebuah pangkalan udara Suriah yang menjadi asal serangan senjata kimia maut diluncurkan.

Trump menyebut aksinya ini untuk kepentingan keamanan nasional AS dalam melawan Presiden Suriah Bashar al-Assad, demikian laporan kantor berita Reuters.

Sekitar 50 rudal Tomahawk diluncurkan dari dua kapal perang Angkatan Laut AS USS Porter dan USS Ross di Laut Mediterania timur dengan membidik berbagai target, mulai landasan, pesawat tempur, sampai stasiun pengisian bahan bakar pesawat, di Pangkalan Udara Shayrat.

"Malam ini saya memerintahkan serangan militer ke pangkalan udara di Suriah yang menjadi asal serangan kimia diluncurkan. Serangan ini demi kepentingan keamanan nasional vital AS dalam mencegah dan menghalau penyebaran dan penggunaan senjata kimia berbahaya," kata Trump, Kamis waktu setempat (Jumat WIB).

Trump memerintahkan serangan rudal ini sehari setelah menuduh Bashar ada di balik serangan senjata kimia pekan ini yang menewaskan paling sedikit 70 orang yang kebanyakan darinya anak-anak, di kota Khan Sheikhoun.

"Tak dapat dibantah lagi bahwa Suriah telah menggunakan senjata kimia terlarang, melanggar kewajiban-kewajibannya di bawah konvensi senjata kimia dan mengabaikan Dewan Keamanan PBB," ujarnya.

Namun, Pemerintah Suriah membantah berada di belakang serangan bahan kimia pada Selasa (4/4) itu. (Antara)


Label: #


Berita Terkait

  • Dunia
    21 Mei 2018 | 02:07 WIB

    Ini Dia Penampakan Sertifikat UGG untuk Ciletuh Palabuanratu

    BANDUNG, BERITABANDUNG.COM -- Sertifikat Unesco Global Geoparks(UGG) bagi Ciletuh-Palabuhanratu telah terbit. General Director of Unesco, Audrey Azoulay, menandatangani langsung sertifikat  tersebut. Dengan demikian lengkap sudah legatlitas Geopark Ciletuh-Palabuhanratu, Kab. Sukabumi, ...

  • Dunia
    07 Mei 2018 | 09:27 WIB

    Kunjungi Tahura, Gubernur Gyeongsangbuk-Do Sebut Seperti Surga Bumi

    BANDUNG, BERITABANDUNG.COM -- Gubernur Gyeongsangbuk-Do, Korea Selatan, Mr. Kim Kwan-yong berkunjung ke Provinsi Jawa Barat. Kunjungan ini dilakukan dalam rangka memperluas hubungan kerjasama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Disela-sela kunjungan empat ...

  • Dunia
    04 April 2018 | 08:17 WIB

    Kantor Pusat Youtube Diberondong Tembakan, Tiga Luka, Seorang Tewas

    CALIFORNIA, BERITABANDUNG.COM -- Seorang wanita menembaki kantor pusat YouTube dekat San Francisco, Selasa waktu setempat, sehingga melukai paling sedikit tiga orang sebelum si wanita menembak dirinya sendiri. Begitu diberondong tembakan, para ...

  • Dunia
    04 April 2018 | 07:10 WIB

    Kantor Pusat Youtube Diberondong Tembakan, Tiga Luka, Seorang Tewas

    CALIFORNIA, BERITABANDUNG.COM -- Seorang wanita menembaki kantor pusat YouTube dekat San Francisco, Selasa waktu setempat, sehingga melukai paling sedikit tiga orang sebelum si wanita menembak dirinya sendiri. Begitu diberondong tembakan, para ...

  • Dunia
    14 Maret 2018 | 15:33 WIB

    Ilmuan Inggris Stephen Hawking Meninggal Dunia

    BANDUNG, BERITABANDUNG.COM -- Fisikawan agung asal Inggris, Profesor Stephen Hawking, meninggal dunia di Cambridge dalam usia 76 tahun. Dikutip dari laman The Telegraph, pakar fisika kuantum itu meninggal dunia dalam damai ...


Berita Lainnya

  • 21 April 2018 | 21:59 WIB

    Pasteur Bandung Lautan Air, BPBD Minta Banjir Harus Segera Diatasi

    BANDUNG, BERITABANDUNG.COM -- Pasteur BTC Bandung jadi lautan air. Banjir kembali merendam daerah Pasteur Bandung setelah diguyur hujan lebat pada Sabtu (21/4/2018) sore. Jalan di kawasan Pasteur BTC berubah menjadi ...

  • 16 Maret 2018 | 18:17 WIB

    Akhir Pekan, ITB Gelar Integrated Career Days

    BANDUNG, BERITABANDUNG.COM -- Sebanyak 45 perusahaan akan hadir dalam bursa kerja Institut Teknologi Bandung (ITB) Integrated Career Days pada 17-18 Maret 2018. Acara tersebut akan berlangsung di Aula Barat dan ...

  • 08 Maret 2018 | 10:48 WIB

    Pengawasan Proyek Lancar, PDAM Tirtawening Kota Bandung Beri Pengharaan ke TP4D

    BANDUNG, BERITABANDUNG.COM -- Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtawening Kota Bandung memberikan penghargaan terhadap Tim Pengawalan, Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejari Bandung. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi ...

  • 14 Desember 2017 | 10:42 WIB

    Kadisdik Kota Bandung Minta Sekolah Periksa Buku Terbitan Yudistira

    BANDUNG, BERITABANDUNG. COM - - Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Elih Sudiapermana meminta sekolah dasar khususnya guru sekolah kelas VI untuk memeriksa buku pelajaran terbitan Yudistira.  Hal itu sehubungan dengan adanya ...

  • 12 Desember 2017 | 11:42 WIB

    Piala Presiden 2018 Diperkirakan Digelar Awal Januari

    BANDUNG, BERITABANDUNG.COM -- Piala Presiden 2018 diperkirakan akan digelar awal Januari 2018. Hal itu diungkapkan Ketua Steering Committee Piala Presiden 2018, Maruarar Sirait. Ia mengungkapkan dirinya sudah meminta waktu kepada Presiden ...

  • @ 2013 beritabandung.com