BERITABANDUNG


  • 31 Mei 2017 | 15:02 WIB

Kelurahan Cipedes Tidak Mengetahui Warganya Terjebak di Marawi Filipina

Editor: Yatti Chahyati


 Kelurahan Cipedes Tidak Mengetahui Warganya Terjebak di Marawi Filipina
Konflik Marawi Filipina - Keluraha Cipedes, Kecamatan Sukajadi Kota Bandung. (BeritaBandung)

BANDUNG, BERITABANDUNG.COM -- Salah satu warga Indonesia yang terjebak dalam operasi militer di Marawi Filipina adalah warga Cipedes Kota Bandung, meski demikian pihak kelurahan belum mengetahi ada warganya yang terjebak di Marawi Filipina.

"Kami belum menerima laporan dari pihak manapun, baik dari kepolisian ataupun Pemkot Bandug ada warga kami yang terjebak di Marawi Filipina," papar Bagian Informasi Samsudin, yang ditemui BeritaBandung di kantor kelurahan Cipedes, Rabu (31/5/2015).

Sebelumnya WNI bernama Hery Endang Pramulyana berpaspor Karawang yang disebut-sebut terjebak di Marawi, Filipina, ternyata warga Kota Bandung. Dia berangkat ke Filipina untuk melaksanakan kegiatan dakwah.

Dari data yang diperoleh pihak imigrasi ternyata 
Kartu Tanda Penduduk dan Kartu Keluarga Hery diterbitkan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcatpil) Kota Bandung. "KTP dan KK-nya berasal dari Kelurahan Cipedes, Kecamatan Sukajadi, Kota Bandung.

"Kami akan melakukan pengecekan ke RW-RW apakah benar ada warganya yang ke Filipina dan belum datang hingga saat ini. Karena kalau di data kami memang tidak ada catatan warga kami ke luar negeri. Bahkan kami baru tahu informasinya sekarang kalau ternyata ada warga kami terjebak di Filipina," aku Samsudin.

Sebelumnya Pemerintah Indonesia melalui Kemenlu memaparkan ada 16 warga negara Indonesia yang kini di Filipina untuk melaksanakan kegiatan dalwah.

Saat ini Pemerintah Indonesia tengah berupaya melakukan koordinasi dengan otoritas setempat untuk bisa mengevakuasi keenambelas WNI tersebut. Meski posisinya terpencar, pemerintah memastikan kondisinya baik.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan, pihaknya terus melakukan komunikasi dengan KJRI Kota Davao dan KJRI Manila. Selain itu, komunikasi dengan otoritas setempat juga dikatakannya terus dilakukan.(tie)


Label: #


Berita Terkait


Berita Lainnya

  • 21 April 2018 | 21:59 WIB

    Pasteur Bandung Lautan Air, BPBD Minta Banjir Harus Segera Diatasi

    BANDUNG, BERITABANDUNG.COM -- Pasteur BTC Bandung jadi lautan air. Banjir kembali merendam daerah Pasteur Bandung setelah diguyur hujan lebat pada Sabtu (21/4/2018) sore. Jalan di kawasan Pasteur BTC berubah menjadi ...

  • 16 Maret 2018 | 18:17 WIB

    Akhir Pekan, ITB Gelar Integrated Career Days

    BANDUNG, BERITABANDUNG.COM -- Sebanyak 45 perusahaan akan hadir dalam bursa kerja Institut Teknologi Bandung (ITB) Integrated Career Days pada 17-18 Maret 2018. Acara tersebut akan berlangsung di Aula Barat dan ...

  • 08 Maret 2018 | 10:48 WIB

    Pengawasan Proyek Lancar, PDAM Tirtawening Kota Bandung Beri Pengharaan ke TP4D

    BANDUNG, BERITABANDUNG.COM -- Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtawening Kota Bandung memberikan penghargaan terhadap Tim Pengawalan, Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejari Bandung. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi ...

  • 14 Desember 2017 | 10:42 WIB

    Kadisdik Kota Bandung Minta Sekolah Periksa Buku Terbitan Yudistira

    BANDUNG, BERITABANDUNG. COM - - Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Elih Sudiapermana meminta sekolah dasar khususnya guru sekolah kelas VI untuk memeriksa buku pelajaran terbitan Yudistira.  Hal itu sehubungan dengan adanya ...

  • 12 Desember 2017 | 11:42 WIB

    Piala Presiden 2018 Diperkirakan Digelar Awal Januari

    BANDUNG, BERITABANDUNG.COM -- Piala Presiden 2018 diperkirakan akan digelar awal Januari 2018. Hal itu diungkapkan Ketua Steering Committee Piala Presiden 2018, Maruarar Sirait. Ia mengungkapkan dirinya sudah meminta waktu kepada Presiden ...

  • @ 2013 beritabandung.com