BERITABANDUNG


  • 01 Juli 2017 | 14:46 WIB

Aher Keukeuh Selesaikan Macet Nagreg dengan Cigatas

Editor: Yatti Chahyati


 Aher Keukeuh Selesaikan Macet Nagreg dengan Cigatas
TRANSPORTASI - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mendampingi Kapolri dan Menhub beberapa waktu lalu. (ist)

BANDUNG, BERITABANDUNG.COM -- Jalur Nagreg di Kabupaten Bandung menjadi jalur utama arus mudik dan balik Lebaran setiap tahunnya di wilayah Selatan. Oleh karenannya Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher), akan tetap mengusahakan pelebaran jalan Jalur Selatan dan juga Tol Cigatas (Cileunyi-Garut-Tasikmalaya).

Aher mengatakan ke depan jalur ini perlu diwaspadai agar tidak terjadi masalah serius, terutama saat arus mudik dan balik Lebaran. Untuk itu, Aher menekankan masalah infrastruktur jalan perlu dipercepat pembangunannya.

Jalur lingkar Nagreg yang telah dibangun, menurut Aher hanya bisa menyelesaikan masalah di sekitar Nagreg saja. Selain itu, jalan yang menyempit atau bottle neck, semula empat lajur menjadi dua atau bahkan satu lajur jalan menjadi persoalan lain apabila jalan yang menjadi kewenangan Pemerintah Pusat ini tidak diperlebar.

“Tentu dalam jangka panjang harus diselesaikan masalah infrastruktur ya. Dimana Lingkar Nagreg hanya menyelesaikan kemacetan di Nagreg. Ketika (kendaraan) masuk menjadi satu jalan lagi ya akan jadi satu jalan lagi,” tutur Aher usai mendampingi Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Kesehatan Nila F Moeloek, dan Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian meninjau arus balik di Pos Pelayanan Lebaran 2017 Cileunyi, Kabupaten Bandung, beberapa waktu lalu seperti salam siaran persnya Sabtu (1/7/2017).

Aher menyatakan pihaknya sejak tahun lalu tengah mengajukan pelebaran jalan dan pembangunan tol baru untuk jalur Selatan Jawa Barat ini. Tol baru dengan nama Cigatas (Cileunyi-Garut-Tasikmalaya) diharapkan menjadi infrastruktur baru yang mampu menyelesaikan persoalan lalu lintas di jalur Selatan terutama saat arus mudik dan balik Lebaran.

“Ke depan -- kita sudah semenjak tahun kemarin kita mengusulkan kepada (Pemerintah) Pusat -- ini kan jalan (Pemerintah) Pusat -- untuk segera ada pelebaran jalan. Tapi panjang juga ya, sampai Tasik pelebaran jalannya. Harus menyeluruh,” kata Aher.

“Harus ada pelebaran jalan atau dibuat jalan layang di atas jalan yang ada. Itu dalam jangka panjang. Dalam jangka pendek ya manajemen traffic yang harus dipantau. Sekaran sudah bagus,” lanjutnya.

Manajemen traffic ini diperlukan untuk kondisi situasional, seperti arus mudik dan balik Lebaran. Karena untuk hari-hari biasa di jalur Selatan, seperti dari Nagreg sampai Gentong relatif lancar. Manajemen traffic seperti penerapan jalan satu arah ketika kepadatan terjadi, efektif mengurai kemacetan dan kepadatan kendaraan.

“Nah, selain pelebaran jalan untuk solusi jangka panjang juga bisa Tol Cigatas. Izin dan proyeknya harus masuk ke rencana nasional. Kita sudah memasukan Cigatas ke rencana nasional tinggal di nasional diterapkan nanti baru jalan (proses pembangunan),” ungkap Aher.

Aher juga menjelaskan kepadatan saat Lebaran terjadi karena ada beberapa aktivitas warga secara bersamaan. Jalur Selatan merupakan jalur bagi pemudik pada saat arus mudik dan balik. Pada saat yang sama jalur ini juga menjadi jalur utama menuju tempat-tempat wisata di daerah Garut, Tasikmalaya, hingga Pangandaran.

“Yang wisata dan mudik itu bareng-bareng. Bahkan yang wisata itu tidak hanya orang Jawa Barat, orang dari luar Jawa Barat juga wisata ke Jawa Barat. Perlu diingat tahun 2016 yang lalu, wisatawan dalam negeri non-Jawa Barat yang masuk ke Jawa Barat itu 58 juta, melebihi jumlah penduduk Jawa Barat,” ujar Aher. (tie)


Label: #


Berita Terkait


Berita Lainnya

  • 14 Desember 2017 | 10:42 WIB

    Kadisdik Kota Bandung Minta Sekolah Periksa Buku Terbitan Yudistira

    BANDUNG, BERITABANDUNG. COM - - Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Elih Sudiapermana meminta sekolah dasar khususnya guru sekolah kelas VI untuk memeriksa buku pelajaran terbitan Yudistira.  Hal itu sehubungan dengan adanya ...

  • 12 Desember 2017 | 11:42 WIB

    Piala Presiden 2018 Diperkirakan Digelar Awal Januari

    BANDUNG, BERITABANDUNG.COM -- Piala Presiden 2018 diperkirakan akan digelar awal Januari 2018. Hal itu diungkapkan Ketua Steering Committee Piala Presiden 2018, Maruarar Sirait. Ia mengungkapkan dirinya sudah meminta waktu kepada Presiden ...

  • 09 Desember 2017 | 13:12 WIB

    Proyek Rumah Deret Tamansari, Emil Diskusi dengan Warga di Pendopo

    BANDUNG, BERITABANDUNG.COM -- Wali Kota Bandung Ridwan Kamil  bersilaturahmi dengan perwakilan warga RW 11 Kelurahan Tamansari di Pendopo Kota Bandung, Jumat (8/12/2017) malam. Pada kesempatan itu, Walikota membuka ruang diskusi ...

  • 20 November 2017 | 13:02 WIB

    Petugas Kebersihan Kota Bandung Berangkat Umrah

    BANDUNG, BERITABANDUNG.COM -- Wali Kota Bandung Ridwan Kamil didampingi Direktur Utama Perusahaan Daerah Kebersihan Kota Bandung Deni Nurdyana memberikan penghargaan melaksanakan ibadah umroh kepada lima pegawai di lingkungan PD Kebersihan, ...

  • 21 Januari 2017 | 15:24 WIB

    Penjual Atribut Persib Menjamur di Ciamis

    CIAMIS. BERITABANDUNG.COM -- Suasana di area Stadion Galuh Ciamis pada Sabtu (21/1/2017) berbeda dibandingkan hari biasanya. Sejumlah pedagang atribut Persib Bandung nampak memenuhi markas klub tuan rumah PSGC Ciamis. Berdasarkan pantauan ...

  • @ 2013 beritabandung.com