BERITABANDUNG


  • 10 Juli 2017 | 13:28 WIB

Dilarang Narik Becak, Petugas Gabungan Sisir Kawasan Alun Alun Bandung

Editor: Yatti Chahyati


 Dilarang Narik Becak, Petugas Gabungan Sisir Kawasan Alun Alun Bandung
SATPOL PP - Petugas gabungan dari Pemeritah Kota Bandung melakukan penertiban tukang becak di kawasan Alun Alun Bandung, Senin (10/7/2017). (BERITABANDUNG)

BANDUNG, BERITABANDUNG.COM -- Petugas gabungan dari Pemeritah Kota Bandung melakukan penertiban tukang becak di kawasan Alun Alun Bandung, Senin (10/7/2017). Hal itu dilakukan sebagai bentuk penegasan Peraturan Daerah (Perda) Kota Bandung No 11 Tahun 2005 tentang Ketertiban, Kebersihan dan Keindahan (K3).

Petugas gabungan dari Dinas Perhubungan dan Satpol PP Kota Bandung yang didampingi aparat TNI serta Polri menelusuri kawasan Alun Alun Bandung. Pasalnya kawasan tersebut kerap menjadi tempat mangkal becak meski rambu-rambu larangan sudah berdiri kokoh seperti di Jalan Kepatihan.

Menurut Kepala Dishub Kota Bandung Didi Ruswandi, salah satu penyebab kemacetan yakni becak. Terutama becak yang kerap melintasi jalur padat seperti di kawasan jantung Kota Bandung tersebut.

"Kalau diteori itu bahwa kendarajan yang berkecepatan tinggi tidak boleh dicampur dengan kendaraan kecepatan rendah. Masalahnya dalam teori lalu lintas, becak itu 1 berbanding 7 dalam hitungan kemacetan keran becak satu lewat bisa mengakibatkan antrean panjang," ungkap Didi di Jalan Kepatihan, Kota Bandung, Senin (10/7/2017).

Didi mengaku, mangkalnya becak di kawasan Alun Alun Bandung sudah menjadi kebiasaan sejak berpuluh-puluh tahun. Terlebih kawasan tersebut banyaknya pusat perbelanjaan sehingga menjadi tempat yang strategis untuk menarik penumpang.

"Ini sudah menjadi kebiasaan mereka. Karena di Perda itu dikatakan becak dilarang melintas. Kita juga sudah pasang rambu-rambu larangan becak melintas, tapi tetap masih ada saja," tuturnya.

Sementara itu diakui Mamun (52) salah seorang penarik becak yang berada di Jalan Dalem Kaum mengaku tidak mengetahui ada Perda tersebut. Bahkan ia mengatakan, Dishub Kota Bandung sejauh ini belum melakukan sosialisasi terkait larangan menarik becak di kawasan Alun Alun Bandung.

"Enggak tahu, belum ada sosialisasi dari Dishub. Jadi kalau mau ditindak ya kita keberatan," cetus Mamun.

Ia mengaku sudah sejak 15 tahun menarik becak di kawasan tersebut. Selama itu pun belum pernah mendapatkan sosialisasi dari pihak terkait.

"Belum belum pernah (mendapatkan sosialisasi). Jadi ya narik aja," pungkas pria asal Cililin, Kabupaten Bandung Barat ini.(Ron)


Label: #


Berita Terkait

  • Kota Bandung
    11 Januari 2018 | 13:29 WIB

    Tes Kesehatan Pilgub, Paslon Dua DM Berpuasa

    BANDUNG, BERITABANDUNG.COM -- Bakal Pasangan Calon Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar dan Dedi Mulyadi secara bersamaan melaksanakan ibadah puasa saat melakukan pemeriksaan kesehatan di Rumah Sakit Hasan ...

  • Kota Bandung
    11 Januari 2018 | 13:23 WIB

    PDAM Tirtawening Kota Bandung akan Bangun Jaringan Distribusi Utama di Perbatasan

    BANDUNG, BERITABANDUNG.COM -- Perusahaan Daerah Air Minum Tritawening Kota Bandung akan memulai ‎membangun Jaringan Distribusi Utama (JDU) untuk menambah pelayanan di kawasan perbatasan Kota Bandung dengan Kabupaten Bandung bagian selatan. ...

  • Kota Bandung
    23 Desember 2017 | 07:31 WIB

    Taman di Bandung Dilarang Digunakan Rayakan Tahun Baru

    BANDUNG, BERITABANDUNG.COM – Jika biasanya warga Bandung menggunakan Taman –taman di Bandung untuk perayaan Tahun Baru, tahun ini Pemkot Bandung akan melakukan pelarangan. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Perumahan Kawasan Pemukiman ...

  • Kota Bandung
    20 Desember 2017 | 15:20 WIB

    Ada Bocah Meninggal karena Difteri di RSHS

    BANDUNG, BERITABANDUNG -- Komisioner bidang kesehatan Komisi Perlindungan Anak Indonesia Sitti Hikmawatty menyatakan prihatin dengan meninggalnya anak laki-laki 15 tahun di Bandung, Jawa Barat, akibat penyakit difteri. Pasien asal Sukabumi yang ...

  • Kota Bandung
    28 November 2017 | 09:02 WIB

    Bandung Raih Pengahragaan Anugerah Swasti Saba Wistara

    BANDUNG, BERITABANDUNG.COM – Menteri Kesehatan Republik Indonesia menganugerahkan penghargaan Anugerah Swasti Saba Wistara 2017 kepada Pemerintah Kota Bandung. Penghargaan itu atas keberhasilannya menyelenggarakan kota sehat. Penghargaan Anugerah Swasti Saba Wistara tersebut ...


Berita Lainnya

  • 14 Desember 2017 | 10:42 WIB

    Kadisdik Kota Bandung Minta Sekolah Periksa Buku Terbitan Yudistira

    BANDUNG, BERITABANDUNG. COM - - Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Elih Sudiapermana meminta sekolah dasar khususnya guru sekolah kelas VI untuk memeriksa buku pelajaran terbitan Yudistira.  Hal itu sehubungan dengan adanya ...

  • 12 Desember 2017 | 11:42 WIB

    Piala Presiden 2018 Diperkirakan Digelar Awal Januari

    BANDUNG, BERITABANDUNG.COM -- Piala Presiden 2018 diperkirakan akan digelar awal Januari 2018. Hal itu diungkapkan Ketua Steering Committee Piala Presiden 2018, Maruarar Sirait. Ia mengungkapkan dirinya sudah meminta waktu kepada Presiden ...

  • 09 Desember 2017 | 13:12 WIB

    Proyek Rumah Deret Tamansari, Emil Diskusi dengan Warga di Pendopo

    BANDUNG, BERITABANDUNG.COM -- Wali Kota Bandung Ridwan Kamil  bersilaturahmi dengan perwakilan warga RW 11 Kelurahan Tamansari di Pendopo Kota Bandung, Jumat (8/12/2017) malam. Pada kesempatan itu, Walikota membuka ruang diskusi ...

  • 20 November 2017 | 13:02 WIB

    Petugas Kebersihan Kota Bandung Berangkat Umrah

    BANDUNG, BERITABANDUNG.COM -- Wali Kota Bandung Ridwan Kamil didampingi Direktur Utama Perusahaan Daerah Kebersihan Kota Bandung Deni Nurdyana memberikan penghargaan melaksanakan ibadah umroh kepada lima pegawai di lingkungan PD Kebersihan, ...

  • 21 Januari 2017 | 15:24 WIB

    Penjual Atribut Persib Menjamur di Ciamis

    CIAMIS. BERITABANDUNG.COM -- Suasana di area Stadion Galuh Ciamis pada Sabtu (21/1/2017) berbeda dibandingkan hari biasanya. Sejumlah pedagang atribut Persib Bandung nampak memenuhi markas klub tuan rumah PSGC Ciamis. Berdasarkan pantauan ...

  • @ 2013 beritabandung.com