BERITABANDUNG


  • 12 Juli 2017 | 12:58 WIB

Lapak Ditertibkan, PKL Hasanudin Bandung Bingung Cari Tempat Baru

Editor: Yatti Chahyati


 Lapak Ditertibkan, PKL Hasanudin Bandung Bingung Cari Tempat Baru
SATPOL PP - lapak di kawasan RS BOrromeus yang di berishkan oleh Satpol PP. (BeritaBandung)

BANDUNG, BERITABANDUNG.COM -- Puluhan pemilik kios di Jalan Hasanudin, Kota Bandung kini kebingunangan mencari tempat baru untuk berjualan. Pasalnya kini mereka tidak mempunyai tempat untuk mencari nafkah setelah ditertibkan oleh Satpol PP Kota Bandung pada Rabu (12/7/2017).

Diakui Yahya (56) salah seorang makanan di kawasan Jalan Hasanudin tepatnya di samping Rumah Sakit Borromeus Bandung, sudah berjualan kurang lebih sejak 15 tahun silam. Namun baru ini dilakukan penertiban dan harus mencari tempat baru agar bisa menafkahi istri serta empat anaknya.

"Bapak mah jualan gorengan pakai roda empat. Udah lama disini tapi baru sekarang dibongkar. Tadi pagi sempat jualan dulu. Tapi srkarang belum punya tujuan mau dagang dimana," kata Yahya di Jalan Hasanudin, Kota Bandung, Rabu (12/7/2017).

Ia mengaku, berjualan di area tersebut merupakan satu-satunya mata pencaharian. Terlebih berjualan di area tersebut sangat ramai karena berdekatan Rumah Sakit Borromeus.

"Ya kalau disini kan lumayan, banyak yang nunggu pasien jajan dulu kesini. Kalau tempat lain ya belum tahu juga," cetusnya.

Hal senada pun diungkapkan Maman (46) penjual bakso yang sudah berada di area tersebut sejak lebih dari lima tahun silam. Akan tetap Maman menyadari area tersebut dilarang untuk berjualan setelah mendapatkan sosialisasi dari Satpol PP beberapa waktu lalu.

"Terakhir kemarin di kasih surat. Tapi saya enggak keburu bongkar (lapak jualan)," singkatnya ditempat yang sama.

Sementara itu Kepala Bidang Operasi Penertiban Umum Satpol PP Taspen Effendi, Pemerintah Kota Bandung tidak menyediakan tempat relokasi bagi para PKL yang ditertibkan tersebut. Pasalnya kawasan itu masuk dalam zona merah atau dilarang untuk berjualan.

"Tidak ada tempat relokasi, kareba mereka (PKL) juga tahu kalau disini zona merah. Mereka juga ikut aktif membongkar lapaknya. Dan alhamdulillah penertiban ini berjalan dengan aman dan lancar," tegas Taspen. (ron)


Label: #


Berita Terkait


Berita Lainnya

  • 21 April 2018 | 21:59 WIB

    Pasteur Bandung Lautan Air, BPBD Minta Banjir Harus Segera Diatasi

    BANDUNG, BERITABANDUNG.COM -- Pasteur BTC Bandung jadi lautan air. Banjir kembali merendam daerah Pasteur Bandung setelah diguyur hujan lebat pada Sabtu (21/4/2018) sore. Jalan di kawasan Pasteur BTC berubah menjadi ...

  • 16 Maret 2018 | 18:17 WIB

    Akhir Pekan, ITB Gelar Integrated Career Days

    BANDUNG, BERITABANDUNG.COM -- Sebanyak 45 perusahaan akan hadir dalam bursa kerja Institut Teknologi Bandung (ITB) Integrated Career Days pada 17-18 Maret 2018. Acara tersebut akan berlangsung di Aula Barat dan ...

  • 08 Maret 2018 | 10:48 WIB

    Pengawasan Proyek Lancar, PDAM Tirtawening Kota Bandung Beri Pengharaan ke TP4D

    BANDUNG, BERITABANDUNG.COM -- Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtawening Kota Bandung memberikan penghargaan terhadap Tim Pengawalan, Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejari Bandung. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi ...

  • 14 Desember 2017 | 10:42 WIB

    Kadisdik Kota Bandung Minta Sekolah Periksa Buku Terbitan Yudistira

    BANDUNG, BERITABANDUNG. COM - - Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Elih Sudiapermana meminta sekolah dasar khususnya guru sekolah kelas VI untuk memeriksa buku pelajaran terbitan Yudistira.  Hal itu sehubungan dengan adanya ...

  • 12 Desember 2017 | 11:42 WIB

    Piala Presiden 2018 Diperkirakan Digelar Awal Januari

    BANDUNG, BERITABANDUNG.COM -- Piala Presiden 2018 diperkirakan akan digelar awal Januari 2018. Hal itu diungkapkan Ketua Steering Committee Piala Presiden 2018, Maruarar Sirait. Ia mengungkapkan dirinya sudah meminta waktu kepada Presiden ...

  • @ 2013 beritabandung.com