BERITABANDUNG


  • 03 Agustus 2017 | 11:05 WIB

Tak Bisa Tunjukan Dokumen Polres Bogor Amankan 38 Pekerja Tiongkok

Editor: Yatti Chahyati


 Tak Bisa Tunjukan Dokumen Polres Bogor Amankan 38 Pekerja Tiongkok
IMIGRASI - ilustrasi. (antaranews)

BOGOR, BERITABANDUNG.COM -- Aparat Kepolisian Resor Bogor Kabupaten mengamankan 38 pekerja tambang asal Tiongkok yang tidak bisa memperlihatkan dokumen keimigrasian sebagai syarat tinggal dan bekerja di Indonesia.

"Tadi malam kami mengamankannya, ada 38 orang yang tidak bisa menunjukkan dokumen izin tinggalnya," kata Kepala Kepolisian Sektor Cigudeg Kompol Yanyan Sopyan saat dihubungi Antara, Kamis.

Yayan menjelaskan pengamanan pekerja perusahaan tambang PT BCMG Tani Berkah di Desa Banyu Wangi, Cigudeg, itu bermula dari operasi pencegahan pencurian kendaraan bermotor pada 28 Juli 2017.

Polisi mendapat laporan warga mengenai pekerja asing yang menggunakan sepeda motor yang dibeli seseorang berinisial DD.

"Awalnya 14 motor kami amankan karena pemilik tidak bisa menunjukkan surat-surat kelengkapan kendaraan," katanya.

Kepolisian setempat kemudian melakukan pengembangan, memastikan para pekerja asing itu memiliki dokumen keimigrasian resmi untuk tinggal dan bekerja di tambang seluas 103 hektare di Cigudeg.

Yayan menjelaskan tambang tersebut memiliki izin resmi dan memiliki mess karyawan, yang antara lain menampung 38 warga Tiongkok tersebut.

"Mereka yang 38 ini ada yang bekerja sebagai buruh kasar dan juga tenaga ahli," kata Yayan.

Yayan mengatakan para pekerja asal Tiongkok itu mengaku surat izin dan dokumen keimigrasian mereka ada di tangan perusahaan yang berkantor di Pantai Indah Kapuk (PIK).

"Di Indonesia, kita punya aturan pengawasan orang asing. Mereka yang tidak punya dokumen resmi kami tindak, hingga mereka bisa menunjukkan dokumen resminya," katanya.

Para pekerja asing itu, ia melanjutkan, sudah diserahkan ke Polres Bogor Kabupaten dan akan menjalani pemeriksaan di Unit Pengawasan Orang Asing.

Para petugas kesulitan meminta keterangan dari para pekerja asing itu karena keterbatasan bahasa, dan berkoordinasi dengan Kantor Imigrasi untuk memastikan warga Tiongkok itu memiliki dokumen keimigrasian untuk tinggal dan bekerja di Indonesia. (*)


Label: #


Berita Terkait


Berita Lainnya

  • 21 April 2018 | 21:59 WIB

    Pasteur Bandung Lautan Air, BPBD Minta Banjir Harus Segera Diatasi

    BANDUNG, BERITABANDUNG.COM -- Pasteur BTC Bandung jadi lautan air. Banjir kembali merendam daerah Pasteur Bandung setelah diguyur hujan lebat pada Sabtu (21/4/2018) sore. Jalan di kawasan Pasteur BTC berubah menjadi ...

  • 16 Maret 2018 | 18:17 WIB

    Akhir Pekan, ITB Gelar Integrated Career Days

    BANDUNG, BERITABANDUNG.COM -- Sebanyak 45 perusahaan akan hadir dalam bursa kerja Institut Teknologi Bandung (ITB) Integrated Career Days pada 17-18 Maret 2018. Acara tersebut akan berlangsung di Aula Barat dan ...

  • 08 Maret 2018 | 10:48 WIB

    Pengawasan Proyek Lancar, PDAM Tirtawening Kota Bandung Beri Pengharaan ke TP4D

    BANDUNG, BERITABANDUNG.COM -- Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtawening Kota Bandung memberikan penghargaan terhadap Tim Pengawalan, Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejari Bandung. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi ...

  • 14 Desember 2017 | 10:42 WIB

    Kadisdik Kota Bandung Minta Sekolah Periksa Buku Terbitan Yudistira

    BANDUNG, BERITABANDUNG. COM - - Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Elih Sudiapermana meminta sekolah dasar khususnya guru sekolah kelas VI untuk memeriksa buku pelajaran terbitan Yudistira.  Hal itu sehubungan dengan adanya ...

  • 12 Desember 2017 | 11:42 WIB

    Piala Presiden 2018 Diperkirakan Digelar Awal Januari

    BANDUNG, BERITABANDUNG.COM -- Piala Presiden 2018 diperkirakan akan digelar awal Januari 2018. Hal itu diungkapkan Ketua Steering Committee Piala Presiden 2018, Maruarar Sirait. Ia mengungkapkan dirinya sudah meminta waktu kepada Presiden ...

  • @ 2013 beritabandung.com