BERITABANDUNG


  • 11 September 2017 | 18:51 WIB

Mantan Walikota Bandung dan Mantan Gubernur Jabar Jadi Saksi Kasus Korupsi GBLA

Editor: Yatti Chahyati


 Mantan Walikota Bandung dan Mantan Gubernur Jabar Jadi Saksi Kasus Korupsi GBLA
SIDANG - Dua mantan petinggi di Bandung dan Jawa Barat menjadi saksi dalam kasus korupsi GBLA, di sidang yang dilaksanakan di PN Bandung, Senin (11/9/2017). (BeritaBandung)

BANDUNG, BERITABANDUNG.COM – Dua mantan pentinggi di Kota Bandung dan Jawa Barat mantan Walikota Bandung Dada Rosada dan mantan Gubernur Jabar Danny Setiawan menjadi saksi dalam sidang kasus korupsi pembangunan Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Gedebage.

Keduanya menghadiri sidang kasus korupsi Stadion GBLA di pengadilan negeri Bandung untuk kasus Yayat Ahmad Sudrajat,  mantan Sekretaris Dinas Tata Ruang dan Cipta Karya Kota Bandung yang didakwa melakukan korupsi Pembangunan Stadion GBLA, Senin (11/9/2017).

Dalam sidang tersebut,  Dada Rosada menyatakan pembangunan stadion GBLA sudah diserahterimakan dan sudah dipakai untuk pertandingan sekelas internasional.

"Stadion itu sudah beres dan diserahterimakan bahkan dipakai presiden dan wakil presiden, kalau sekarang menjadi masalah hukum,  saya tidak tahu menahu karena secara fisik sudah beres, " ujar Dada Rosada.

Hal itu diungkapkan Dada saat menjawab pertanyaan dari jaksa penuntut umum tentang adanya masalah korupsi dalam pembangunan GBLA. 

Dada juga menyebutkan jika saat itu berbagai kekurangan sudah diperbaiki, “Sekarang sudah berdiri megah dan dipakai beberapa kali.  Diawal peresmian saja dipakai pertandingan internasional, tercatat sembilan kali pertandingan, " ujarnya.

Sementara itu,  mantan Gubernur Danny Setiawan menjelaskan pembangunan stadion itu sebagai kebutuhan,  mengingat saat itu Persib tidak punya bascamp resmi. 

“Di Stadion Siliwangi saja kalau main harus bayar karenaa punya Kodam.  Kemudian di Jalak Harupat juga seperti itu harus bayar.  Dari itulah pemerintah provinsi dan juga pemkot Bandung sepakat untuk membuat stadion,” paparnya.

Sementara itu,  penasehat hukum terdakwa,  Junaidi menyatakan bahwa stadion megah itu diwujudkan dengan itikad baik dari dua pemerintahan. Untuk mewujudkan keinginan masyarakat Jabar yang memimpikan mempunyai basecamp Persib berharap internasional.

Dan kini sudah berdiri dan terwujud bahkan sudah digunakan untuk pertandingan nasional dan internasional,  bahkan dipakai pembukaan pon oleh presiden dan penutupan oleh wakil presiden. "jadi apa yang dikatakan pa Dada benar,  bahwa tidak tahu menahu dibelakang hari ada masalah karena sudah beres dan diserahterimakan,” katanya.

Menurut kuasa hukum Yayat,  Junaidi menyatakan bahwa jaksa penuntut umum dalam dakwaannya menyebutkan Yayat melakukan korupsi bersama sama.  "Dalam dakwaan dengan jelas menyebut beberapa nama mantan pejabat Pemkot Bandung yang terlibat," kata Junaidi

Dalam dakwaan disebutkan,  bahwa Yayat saat itu sebagai pejabat teknis kegiatan di Ditarcip Kota Bandung. Kemudian Yayat juga ditunjuk sebagai kuasa pengguna anggaran.

Yayat didakwa melakukan korupsi pembangunan GBLA bersama sama Juniarso Ridwan,  Rusjab Adimenggala,  keduanya selaku Kadistarcip yang juga otomatis sebagai pengguna anggaran,  Totoh Rustandi Kuasa Pengguna Anggaran  tahun 2009-2011, Forest Djieprang selaku konsultan perencana PT Penta Rekayasa,  Teuku Bagus selaku Kepala Divisi Kontruksi PT Adi Karya Hedy Herdyana.

Yayat sendiri didakwa pasal 2 ayat 1 dan atau pasal 3 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Jo Pasal 55 ayat 1 jo Pasal 64 KUHPidana dengan ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara. Jaksa Theo Simorangkir menjelaskan, bahwa Yayat didakwa bersalah melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama dan berlanjut dalam kasus korupsi tersebut yang merugikan keuangan negara Rp 103,5 miliar dari total anggaran Rp 545 miliar. (*/HAMZAH/BERITABANDUNG)


Label: #


Berita Terkait


Berita Lainnya

  • 14 Desember 2017 | 10:42 WIB

    Kadisdik Kota Bandung Minta Sekolah Periksa Buku Terbitan Yudistira

    BANDUNG, BERITABANDUNG. COM - - Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Elih Sudiapermana meminta sekolah dasar khususnya guru sekolah kelas VI untuk memeriksa buku pelajaran terbitan Yudistira.  Hal itu sehubungan dengan adanya ...

  • 12 Desember 2017 | 11:42 WIB

    Piala Presiden 2018 Diperkirakan Digelar Awal Januari

    BANDUNG, BERITABANDUNG.COM -- Piala Presiden 2018 diperkirakan akan digelar awal Januari 2018. Hal itu diungkapkan Ketua Steering Committee Piala Presiden 2018, Maruarar Sirait. Ia mengungkapkan dirinya sudah meminta waktu kepada Presiden ...

  • 09 Desember 2017 | 13:12 WIB

    Proyek Rumah Deret Tamansari, Emil Diskusi dengan Warga di Pendopo

    BANDUNG, BERITABANDUNG.COM -- Wali Kota Bandung Ridwan Kamil  bersilaturahmi dengan perwakilan warga RW 11 Kelurahan Tamansari di Pendopo Kota Bandung, Jumat (8/12/2017) malam. Pada kesempatan itu, Walikota membuka ruang diskusi ...

  • 20 November 2017 | 13:02 WIB

    Petugas Kebersihan Kota Bandung Berangkat Umrah

    BANDUNG, BERITABANDUNG.COM -- Wali Kota Bandung Ridwan Kamil didampingi Direktur Utama Perusahaan Daerah Kebersihan Kota Bandung Deni Nurdyana memberikan penghargaan melaksanakan ibadah umroh kepada lima pegawai di lingkungan PD Kebersihan, ...

  • 21 Januari 2017 | 15:24 WIB

    Penjual Atribut Persib Menjamur di Ciamis

    CIAMIS. BERITABANDUNG.COM -- Suasana di area Stadion Galuh Ciamis pada Sabtu (21/1/2017) berbeda dibandingkan hari biasanya. Sejumlah pedagang atribut Persib Bandung nampak memenuhi markas klub tuan rumah PSGC Ciamis. Berdasarkan pantauan ...

  • @ 2013 beritabandung.com