BERITABANDUNG


  • 20 September 2017 | 20:23 WIB

RSHS Tangani Bayi Kembar Siam Dempet Dada asal Cilengkrang

Editor: Yatti Chahyati


 RSHS Tangani Bayi Kembar Siam Dempet Dada asal Cilengkrang
BAYI KEMBAR SIAM - Perawat RSHS saat memberikan perawatan kepada bayi kembar siam asal Cilengkrang yang kini ditangani RSHS, Rabu (20/9/2017). (IST RSHS)

BANDUNG, BERITABANDUNG.COM – Bayi kembar siam dempet dada warga Cilengkrang Kabupaten Bndung Barat akhirnya mendapat penanganan medis di Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Bandung.

Kedua bayi itu sebelumnya diketahui lahir dengan kondisi dempet di bagian dada hingga perut serta memiliki liver.

Ketua tim dokter penanganan medis kembar siam Prof.dr.Dadang Sjarif menyebutkan jika pihak RSHS memiliki keoptimisan mampu memisahkan bayi kembar siam yang saat ini disebut Wasmini 1 dan 2 sesuai dengan nama ibunya itu.

“Saat ini tim dokter masih harus melakukan CT Angiografi untuk memastikan masing - masing bayi memiliki pembuluh darah ke organ vital yang terpisah,” paparnya, di RSHS, Rabu (20/9/2017).

Dijelaskan Dadang, bayi kembar siam ini lahir dari pasangan Wasmini serta Lili yang merupakan warga Ciamis Jawa Barat melalui operasi caesar pada tanggal 4 juli silam.

Saat ini kedua bayi yang dinamai wasmini 1 dan wasmini 2 tersebut menjalani perawatan di ruang neonatal intensive care unit (NICU) RSHS.

RSHS sendiri akhirnya melakukan penanganan setelah dirujuk dari RSU Soreang Kab Bandung, bayi kembar pasangan muda ini terlahir dengan dempet dari bagian dada hingga perut atau disebut conjoined throakoomphalophagus selain itu sang bayi juga memiliki permasalahan pernafasan.

“Karenannya kami memberikan respirator atau alat bantu pernafasan kepada kedua bayi tersebut dan karena hanya memiliki satu liver yang tersambung satu sama lain tersebut maka sang bayi juga harus mendapatkan asupan nutrisi berupa lemak, karbohidrat serta protein melalui infus vena central langsung ke pembuluh darah,” jelas Dadang.

Dadang mengatakan, rencananya kedua bayi kembar siam wasmini 1 dan 2 baru dapat  menjalani operasi pemisahan bila telah berumur lebih dari 1 tahun/ dengan melibatkan dokter bedah anak, anastesi, bedah toraks serta hingga ahli gizi dan patologi anatomi. (tie)

 

 


Label: #


Berita Terkait


Berita Lainnya

  • 21 April 2018 | 21:59 WIB

    Pasteur Bandung Lautan Air, BPBD Minta Banjir Harus Segera Diatasi

    BANDUNG, BERITABANDUNG.COM -- Pasteur BTC Bandung jadi lautan air. Banjir kembali merendam daerah Pasteur Bandung setelah diguyur hujan lebat pada Sabtu (21/4/2018) sore. Jalan di kawasan Pasteur BTC berubah menjadi ...

  • 16 Maret 2018 | 18:17 WIB

    Akhir Pekan, ITB Gelar Integrated Career Days

    BANDUNG, BERITABANDUNG.COM -- Sebanyak 45 perusahaan akan hadir dalam bursa kerja Institut Teknologi Bandung (ITB) Integrated Career Days pada 17-18 Maret 2018. Acara tersebut akan berlangsung di Aula Barat dan ...

  • 08 Maret 2018 | 10:48 WIB

    Pengawasan Proyek Lancar, PDAM Tirtawening Kota Bandung Beri Pengharaan ke TP4D

    BANDUNG, BERITABANDUNG.COM -- Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtawening Kota Bandung memberikan penghargaan terhadap Tim Pengawalan, Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejari Bandung. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi ...

  • 14 Desember 2017 | 10:42 WIB

    Kadisdik Kota Bandung Minta Sekolah Periksa Buku Terbitan Yudistira

    BANDUNG, BERITABANDUNG. COM - - Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Elih Sudiapermana meminta sekolah dasar khususnya guru sekolah kelas VI untuk memeriksa buku pelajaran terbitan Yudistira.  Hal itu sehubungan dengan adanya ...

  • 12 Desember 2017 | 11:42 WIB

    Piala Presiden 2018 Diperkirakan Digelar Awal Januari

    BANDUNG, BERITABANDUNG.COM -- Piala Presiden 2018 diperkirakan akan digelar awal Januari 2018. Hal itu diungkapkan Ketua Steering Committee Piala Presiden 2018, Maruarar Sirait. Ia mengungkapkan dirinya sudah meminta waktu kepada Presiden ...

  • @ 2013 beritabandung.com