BERITABANDUNG


  • 23 September 2017 | 21:24 WIB

Petugas Imigrasi di Sukabumi Terjaring OTT

Editor: Yatti Chahyati


 Petugas Imigrasi di Sukabumi Terjaring OTT
KRIMINAL - ilustrasi

BANDUNG, BERITABANDUNG.COM -- Operasi tangkap tangan (OTT) kembali terhadi di jajaran pemerintahan. Kali ini Direktorat Reserse Kriminal Khusus unit Tindak Pidana Korupsi Polda Jabar melakukan OTT terhadap pegawai Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Imigrasi Kelas II Sukabumi.

Menurut Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Yusri Yunus, seorang petugas imigrasi berinisial BP serta dua orang calo, RU dan ER diamankan karena terjaring OTT. Operasi tersebut merupakan hasil pengembangan dari laporan masyarakat yang dilanjutkan dengan penyelidikan.

"Selanjutnya dilakukan penyelidikan hingga akhirnya diketahui ada banyak calo di lingkungan Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Imigrasi Kelas II Sukabumi," kata Yusri, Jumat (22/9/2017) malam.

Yusri mengatakan, tiga orang tersebut terlibat dalam pembuatan paspor baru secara manual atau non elektronik. Pasalnya mereka mematok harga di luar aturan yang telah ditetapkan Kemenkumham.

"Ini tidak sesuai dengan SOP (Standar Operasional Prosedur) yang dipakai di Kantor Kemenkumham," cetusnya.

Yusri menuturkan, usai di dalami, para calo tersebut mematok harga mulai Rp 1,2 juta hingga Rp 1,5 juta bagi para pemohon pembuatab paspor baru. Bahkan dalam proses tersebut pun petugas melibatkan calo sehingga tarif semakin mahal.

"Dalam prakteknya, mereka (calo) bekerja sama dengan penyelenggara negara (petugas imigrasi) yaitu BP," tutur dia.

Petugas yang menjabat sebagai Kasubsi Lalu Lintas kementerian di Kantor Imigrasi Kelas II Sukabumi Gol III-B ini menerima bayaran paspor diluar ketentuan senilai Rp 900 ribu.

"Dia (BP) mendapatkan uang dari calo senilai Rp900 ribu atas nama tiga orang pemohon yang masing-masing satu berkas pemohon," pungkasnya.

Padahal menurut PP Nomor 10 Tahun 2015 atas perubahan PP Nomor 45 Tahun 2014 yang berlaku di Kemenhukam untuk pembuatan paspor itu hanya sebesar Rp355 ribu.

Hingga kini, ketiga tersangka telah diamankan oleh Tim Dirreskrimsus Polda Jabar untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut. Polisi juga mengamankan barang bukti berupa paspor serta berkas permohonan dua pembuat paspor, enam handphone berbagai merk serta print out penerbitan pasport satu bulan terakhir. (Ron)


Label: #


Berita Terkait


Berita Lainnya

  • 21 April 2018 | 21:59 WIB

    Pasteur Bandung Lautan Air, BPBD Minta Banjir Harus Segera Diatasi

    BANDUNG, BERITABANDUNG.COM -- Pasteur BTC Bandung jadi lautan air. Banjir kembali merendam daerah Pasteur Bandung setelah diguyur hujan lebat pada Sabtu (21/4/2018) sore. Jalan di kawasan Pasteur BTC berubah menjadi ...

  • 16 Maret 2018 | 18:17 WIB

    Akhir Pekan, ITB Gelar Integrated Career Days

    BANDUNG, BERITABANDUNG.COM -- Sebanyak 45 perusahaan akan hadir dalam bursa kerja Institut Teknologi Bandung (ITB) Integrated Career Days pada 17-18 Maret 2018. Acara tersebut akan berlangsung di Aula Barat dan ...

  • 08 Maret 2018 | 10:48 WIB

    Pengawasan Proyek Lancar, PDAM Tirtawening Kota Bandung Beri Pengharaan ke TP4D

    BANDUNG, BERITABANDUNG.COM -- Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtawening Kota Bandung memberikan penghargaan terhadap Tim Pengawalan, Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejari Bandung. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi ...

  • 14 Desember 2017 | 10:42 WIB

    Kadisdik Kota Bandung Minta Sekolah Periksa Buku Terbitan Yudistira

    BANDUNG, BERITABANDUNG. COM - - Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Elih Sudiapermana meminta sekolah dasar khususnya guru sekolah kelas VI untuk memeriksa buku pelajaran terbitan Yudistira.  Hal itu sehubungan dengan adanya ...

  • 12 Desember 2017 | 11:42 WIB

    Piala Presiden 2018 Diperkirakan Digelar Awal Januari

    BANDUNG, BERITABANDUNG.COM -- Piala Presiden 2018 diperkirakan akan digelar awal Januari 2018. Hal itu diungkapkan Ketua Steering Committee Piala Presiden 2018, Maruarar Sirait. Ia mengungkapkan dirinya sudah meminta waktu kepada Presiden ...

  • @ 2013 beritabandung.com