BERITABANDUNG


  • 04 Oktober 2017 | 09:20 WIB

Kabupaten Sukabumi, Kota Depok Terendah Capaian Imunisasi MR di Jabar

Editor: Yatti Chahyati


 Kabupaten Sukabumi, Kota Depok Terendah Capaian Imunisasi MR di Jabar
IMUNISASI - ilustrasi

BANDUNG, BERITABANDUNG.COM -- Tingkai capaian imunisasi serentak Meases Rubella (MR) di Jawa Barat hingga akhir September kemarin mencapai 92,46 persen dari proyeksi 92,58 persen. Angka itu masih lebih rendah dari target nasional yaitu 95 persen.

Berdasarkan data sementara Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Barat, dari 27 kabupaten/kota yang melakukan imunisasi MR, hanya empat daerah yang melampaui target nasional 95% yaitu Kota Cirebon, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Pangandaran, dan Kabupaten Sumedang. Sisanya, belum mencapai target. Malah ada yang jauh dari target (di bawah 85%) yaitu Kabupaten Sukabumi (74,47%), Kota Depok (80,88%), Kota Bekasi (82,67%), dan Kabupaten Bandung Barat (83,23%).

Dalam siaran persnya kepada BeritaBandung, Rabu (4/10/2017), Kepala Seksi Surveilan dan Pencegahan Penyakit pada Dinas Kesehatan Jawa Barat, dr Yus Ruseno mengatakan, data-data tersebut masih bisa berubah, seiring validasi yang dilakukan tim Dinkes Jabar dan Dinkes di daerah masing-masing. Soalnya, tak tertutup kemungkinan adanya data ganda.

Dia menuturkan, capaian yang diperoleh Jabar yaitu 92,46%, dinilainya sudah baik. Soalnya, jumlah sasaran anak yang diimunisasi di Jabar adalah yang tertinggi di Indonesia.

Menurut dia, dengan capaian saat ini yang baru mencapai 92 persen tersebut di Jabar sudah terbilang baik. Hal itu mengingat jumlah sasaran di Jabar paling tinggi di Indonesia. ”Jumlah sasaran adalah 12.127.620 jiwa anak usia 9 bulan hingga 15 tahun. Sementara yang telah telah diimunisai sekitar 11.213.735 anak,” katanya.

Untuk mengejar target nasional 95%, Kementerian Kesehatan pun memperpanjang masa imunisasi hingga 14 Oktober mendatang. Untuk itu, Dinkes Jabar akan memanfaatkan waktu tambahan tersebut untuk mencapai realisasi 95% anak terimunisasi MR. ”Kami akan melakukan penyisiran, termasuk menggenjot daerah-daerah yang tingkat imunisasi MR-nya masih rendah seperti Kabupaten Sukabumi, Kota Depok, Kota Bekasi, dan Kabupaten Bandung Barat,” ujarnya.

Salah satu fokus penyisiran, kata Yus, ialah sekolah-sekolah. Berdasarkan data yang dimilikinya, masih ada sekolah-sekolah yang menolak siswa-siswanya diimunisasi. ”Ada 20 persen sekolah yang masih menolak imunisasi. Ini yang akan kmami dekati kembali,” katanya.

Dia menjelaskan, ada berbagai alasan sekolah menolak imunisasi MR. Namun, alasan utama ialah penolakan dari orang tua murid. ”Orang tua murid masih ragu apakah vaksin itu halal atau haram. Selain itu, ada yang ingin imunisasi bagi anaknya dilakukan dokter spesialis, bukan puskesmas. Untuk itu, kami memfasilitasi bagi dokter spesialis anak untuk melakukannya agar target tercapai. Tinggal nanti didata,” ucapnya.

Yus juga memaparkan hal lain yang menjadi hambatan selama masa imunisasi MR yaitu munculnya kampanye negatif termasuk opini negatif yang disebabkan pemberitaan di media. Seperti pemberitaan seorang anak yang dikabarkan lumpuh, bahkan ada yang meninggal, tak lama setelah diimunisasi. ”Setelah ditelusuri oleh tim dokter ahli, ternyata penyebabnya bukan imunisasi MR,” katanya.

Menurut dia, sebelum seorang anak diimunisasi MR, tim lebih dahulu mendapat rekomendasi dari dokter. “Apakah imunisasi terhadap anak itu ditunda atau malah tidak boleh. Memang, ada beberapa anak yang tidak disarankan untuk menjalani imunisasi MR karena penyakit yang dideritanya,” pungkasnya.

Sementara di Jawa Timur, target nasional imunisasi MR 95% telah tercapai dengan jumlah sasaran lebih dari 9 juta anak usia 9 bulan hingga 15 tahun. Itu tak lepas dari peran kepala daerah setempat, mulai dari Gubernur Jatim Soekarwo hingga para bupati dan wali kotanya.

Arie Rukmantara, penanggung jawab UNICEF yang berkantor di Surabaya menuturkan, kiprah yang dilakukan kepala daerah di Jatim dalam mengampanyekan program imunisasi MR bisa menjadi contoh bagi para kepala daerah lainnya di Indonesia. ”Kesuksesan ini juga tak lepas dari kiprah komunitas warga hingga PKK-nya yang tak lelah mengampanyekan tentang pentingnya imunisasi MR. Kerja sama yang baik antara pemerintah dan warganya menjadi kunci keberhasilan sebuah program, salah satunya imunisasi MR ini,” ujarnya.

Sejak awal, Gubernur Jatim Soekarwo memang mengambil peran langsung dalam program imunisasi MR di Jatim. Kini, ketika provinsi lain di Pulau Jawa berupaya mengejar ketertinggalan untuk mencapai target nasional 95%, Jatim malah akan menuntaskannya hingga 100%. Dengan waktu tambahan program hingga 14 Oktober mendatang, Soekarwo optimistis seluruh anak usia 9 bulan hingga 15 tahun di provinsinya, telah mendapat imunisasi MR.

”Semuanya tentu tak lepas dari para petugas di lapangan, mulai dari dinkes di tiap daerah hingga puskesmas, yang tak kenal lelah menyusuri setiap wilayah dalam melakukan tugasnya. Termasuk para ulama dari MUI yang juga terus menyakinkan warga tentang kehalalan vaksin MR. Terima kasih,” kata pria yang akrab disapa Pakde Karwo itu.

Peran media pun sangat penting. Pemprov Jatim menggandeng media terbesar di Jawa Timur, untuk secara konsisten menyosialkan tentang imunisasi MR. Beberapa hal yang ditekankan dalam sosialisasi itu ialah informasi yang selama ini kerap disalahpahami. Mulai dari keamanan dan kehalalan vaksin, )hingga manfaat dari imunisasi MR tersebut.(*)


Label: #


Berita Terkait


Berita Lainnya

  • 21 April 2018 | 21:59 WIB

    Pasteur Bandung Lautan Air, BPBD Minta Banjir Harus Segera Diatasi

    BANDUNG, BERITABANDUNG.COM -- Pasteur BTC Bandung jadi lautan air. Banjir kembali merendam daerah Pasteur Bandung setelah diguyur hujan lebat pada Sabtu (21/4/2018) sore. Jalan di kawasan Pasteur BTC berubah menjadi ...

  • 16 Maret 2018 | 18:17 WIB

    Akhir Pekan, ITB Gelar Integrated Career Days

    BANDUNG, BERITABANDUNG.COM -- Sebanyak 45 perusahaan akan hadir dalam bursa kerja Institut Teknologi Bandung (ITB) Integrated Career Days pada 17-18 Maret 2018. Acara tersebut akan berlangsung di Aula Barat dan ...

  • 08 Maret 2018 | 10:48 WIB

    Pengawasan Proyek Lancar, PDAM Tirtawening Kota Bandung Beri Pengharaan ke TP4D

    BANDUNG, BERITABANDUNG.COM -- Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtawening Kota Bandung memberikan penghargaan terhadap Tim Pengawalan, Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejari Bandung. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi ...

  • 14 Desember 2017 | 10:42 WIB

    Kadisdik Kota Bandung Minta Sekolah Periksa Buku Terbitan Yudistira

    BANDUNG, BERITABANDUNG. COM - - Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Elih Sudiapermana meminta sekolah dasar khususnya guru sekolah kelas VI untuk memeriksa buku pelajaran terbitan Yudistira.  Hal itu sehubungan dengan adanya ...

  • 12 Desember 2017 | 11:42 WIB

    Piala Presiden 2018 Diperkirakan Digelar Awal Januari

    BANDUNG, BERITABANDUNG.COM -- Piala Presiden 2018 diperkirakan akan digelar awal Januari 2018. Hal itu diungkapkan Ketua Steering Committee Piala Presiden 2018, Maruarar Sirait. Ia mengungkapkan dirinya sudah meminta waktu kepada Presiden ...

  • @ 2013 beritabandung.com