BERITABANDUNG


  • 18 Oktober 2017 | 07:18 WIB

Terdakwa Terus Mangkir dari Sidang, BPSMK –JB Lapor ke KY

Editor: Yatti Chahyati


 Terdakwa Terus Mangkir dari Sidang, BPSMK –JB Lapor ke KY
PENGADILAN - ilustrasi

BANDUNG, BERITABANDUNG.COM -- Yayasan Badan Perguruan Sekolah Menengah Kristen Jawa Barat (BPSMK-JB) mengadu ke Komisi Yudisial (KY) terkait proses sidang pidana perkara keterangan palsu akta notaris.

Hal itu lantara pihaknya mengaku mencium ada kejanggalan dalam perkara yang menyeret terdakwa Edward Seky Soeryadjaya yang merupakan mantan bos Astra, Maria Goretti Pattiwael dan Gustav Pattipeilohy, pengurus Perkumpulan Lyceum Kristen (PLK).

Dari keterangan, surat perihal perlindungan hukum itu dilayangkan pihak yayasan kepada KY pada 12 Oktober 2017. Dalam surat tersebut, pihak yayasan merinci perjalanan kasus termasuk proses pelaporan kepada Polda Jabar terkait dugaan tindak pidana yang dilakukan oleh PLK dalam menggugat Yayasan BPSMK-JB di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Bandung.

Menurut pihak yayasan, PLK menggunakan alat bukti Akta Notaris Resnizar Anasrul, SH, MH No. 3 tanggal 18 November 2005 yang diduga berisi keterangan palsu sehingga akhirnya seluruh Pengurus PLK ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Jabar.

Setelah perkara masuk ke ranah pengadilan, ada tiga nama yang diseret sebagai terdakwa, yaitu Edward, Maria dan Gustav. Pihak yayasan meminta KY turut memantau atau mengawasi jalannya proses persidangan dengan nomor perkara : 811/PlD.B/2017/PN.Bdg. Pasalnya, meski sidang sudah berlangsung selama delapan kali, dua terdakwa yaitu Edward dan Maria sama sekali tidak pernah hadir atau dapat dihadirkan di persidangan dengan alasan sakit.

Padahal pada sidang-sidang sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) sudah pernah meminta pada Majelis Hakim agar menerbitkan surat penetapan upaya paksa untuk menghadirkan kedua terdakwa didampingi dokter.

Pihak yayasan juga berharap KY bisa turun tangan dan memberikan perhatiannya agar proses persidangan bisa berjalan dengan bersih dan adil. Pasalnya dalam perkara perdata yang sudah berjalan, majelis hakim mengabulkan seluruhnya gugatan pihak PLK. Oleh karena itu pihak yayasan menduga ada kejanggalan dari Majelis Hakimnya dalam memeriksa dan memutus perkara perdata tersebut.

Sedangkan Humas Pengadilan Negeri (PN) Bandung, Wasdi Permana mengatakan, sidang perkara pidana ini sedang bergulir. Ia membenarkan jika dalam sidang tersebut dua orang terdakwa yaitu, Edward dan Maria tidak bisa dihadirkan di persidangan karena sakit.

"Statusnya terdakwa satu (Maria) dan dua (Edward) sakit. Terdakwa tiga (Gustav) sudah sidang sampai mengajukan eksepsi tanggapan dari Penuntut Umum. Majelis hakim belum melakukan putusan sela karena melihat terlebih dahulu dari terdakwa satu dan dua yang sakit," kata Wasdi di ruang kerjanya, Jln. L.L.REMartadinata, kemarin.

Karena kondisi kedua terdakwa tidak bisa dihadirkan, tambah Wasdi, hakim sudah memerintahkan kepada jaksa agar dibentuk tim khusus. Untuk terdakwa satu, karena dirawat di Rumah Sakit Borromeus Bandung, tim yang dibentuk berasal dari RS Hasan Sadikin Bandung. Namun pihak keluarga dan rumah sakit menolak diperiksa oleh tim dari luar karena etika medis.

"Sehingga dilaporkan ke majelis kemudian diperintahkan lagi untuk membuat tim medis dari pusat kesehatan Kejaksaan Agung. Selanjutnya, tim tersebut sudah membuat laporan secara tertulis dan dihadirkan keterangannya di persidangan. Inti dari hasilnya bahwa terdakwa satu tidak bisa dihadirkan dipersidangan Karena kondisi kesehatan tidak memungkinkan," terang Wasdi.

Sementara untuk terdakwa dua, juga sudah dibentuk tim khusus dari Rumah Umum Tarakan Jakarta karena terdakwa dirawat di RS Medistra Jakarta. "Intinya sama sudah ada hasilnya, bahwa terdakwa dua juga tidak bisa dihadirkan di persidangan," ujarnya.

Untuk sidang berikutnya, kata Wasdi, dengan tidak bisa dihadirkannya kedua terdakwa, hakim akan mendengarkan keputusan dari jaksa apakah kasus dua terdakwa yang sakit ini akan berlanjut atau tidak untuk dua terdakwa yang sakit atau tidak. (*)


Label: #


Berita Terkait


Berita Lainnya

  • 14 Desember 2017 | 10:42 WIB

    Kadisdik Kota Bandung Minta Sekolah Periksa Buku Terbitan Yudistira

    BANDUNG, BERITABANDUNG. COM - - Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Elih Sudiapermana meminta sekolah dasar khususnya guru sekolah kelas VI untuk memeriksa buku pelajaran terbitan Yudistira.  Hal itu sehubungan dengan adanya ...

  • 12 Desember 2017 | 11:42 WIB

    Piala Presiden 2018 Diperkirakan Digelar Awal Januari

    BANDUNG, BERITABANDUNG.COM -- Piala Presiden 2018 diperkirakan akan digelar awal Januari 2018. Hal itu diungkapkan Ketua Steering Committee Piala Presiden 2018, Maruarar Sirait. Ia mengungkapkan dirinya sudah meminta waktu kepada Presiden ...

  • 09 Desember 2017 | 13:12 WIB

    Proyek Rumah Deret Tamansari, Emil Diskusi dengan Warga di Pendopo

    BANDUNG, BERITABANDUNG.COM -- Wali Kota Bandung Ridwan Kamil  bersilaturahmi dengan perwakilan warga RW 11 Kelurahan Tamansari di Pendopo Kota Bandung, Jumat (8/12/2017) malam. Pada kesempatan itu, Walikota membuka ruang diskusi ...

  • 20 November 2017 | 13:02 WIB

    Petugas Kebersihan Kota Bandung Berangkat Umrah

    BANDUNG, BERITABANDUNG.COM -- Wali Kota Bandung Ridwan Kamil didampingi Direktur Utama Perusahaan Daerah Kebersihan Kota Bandung Deni Nurdyana memberikan penghargaan melaksanakan ibadah umroh kepada lima pegawai di lingkungan PD Kebersihan, ...

  • 21 Januari 2017 | 15:24 WIB

    Penjual Atribut Persib Menjamur di Ciamis

    CIAMIS. BERITABANDUNG.COM -- Suasana di area Stadion Galuh Ciamis pada Sabtu (21/1/2017) berbeda dibandingkan hari biasanya. Sejumlah pedagang atribut Persib Bandung nampak memenuhi markas klub tuan rumah PSGC Ciamis. Berdasarkan pantauan ...

  • @ 2013 beritabandung.com