BERITABANDUNG


  • 10 November 2017 | 17:15 WIB

Kejati Jabar akan Telaah Laporan BMII tentang Dugaan Korupsi di Telkom

Editor: Yatti Chahyati


 Kejati Jabar akan Telaah Laporan BMII tentang Dugaan Korupsi di Telkom
KEJATI JABAR - Aksi Demo Mahasiswa yang tergabung dalam BMII saat menggelar aksi di halaman

BANDUNG, BERITABANDUNG.COM – Kejaksaan Tinggi Jawa Barat (Kejati Jabar) mengaku akan mempelajari laporan kasus dugaan tindak pidana korupsi yang terjadi di lingkungan PT Telkom yang sebelumnya dilaporkan oleh jajaran mahasiswa yang tergabung dalam Barisan Muda Intelektual Indonesia di Bandung (BMII).

“Intinya mereka meminta diselamatkan asset PT Yayasan Kesehatan Telkom Indonesia dan meminta diungkap indikasi penyalahgunaan asset Yayasan Tekom,” ujar Kasipenkum Kejati Jabar, Raymond Ali, SH.MH kepada BeritaBandung, Jumat (10/11/2017).

Raymond mengatakan jika pihak Kejaksaan Tinggi Jabar akan menelaah terlebih dahulu laporan mahasiswa itu. “Setelah itu baru pihak Kejati akan menentukan langkah hukum selanjutnya,” paparnya.

Sebelumnya, perwakilan dari Barisan Muda Intelektual Indonesia (BMII) bersama massa mendatangi Kejaksaan tinggi untuk melaporkan dugaan tindak pidana Korupsi yang terjadi di PT. Telkom.

Dalam aksinya, kemarin Kamis (9/11/2017), puluhan mahasiswa yang tergabung dari berbagai kampus itu melakukan aksi moral untuk mempertanyakan soal pengalihan aset yang dilakukan oleh Yayasan Kesehatan Pegawai di PT Telkom kepada pihak lain dan adanya tindak pidana korupsi di BUMN milik pemerintah itu.

“Setelah dilakukan kajian hukum dugaan perbuatan dontak pidana dari korporasi yayasan kesejatan Telkom atas pengalihan 75 persen saham PT Telkommedia kepada PT Telkom Metra. , Yayasan Kesehatan Pegawai Telkom yang sudah berdiri sejak 1998 memiliki Badan Usaha yaitu PT Telkom Medika,” papar Koordinator aksi, Guri SJ dalam aksinya.

Ia menyebutkan jika Telkom mitra itu tidak tercantum dalam akte pendirian yayasan dan badan usaha yang dibentuk oleh yayasan.

Menurutnya, atas pengalihan aset tersebut, yayasan telah melakukan pelanggaran Pasal 5 ayat (1) UU RI No. 16 tahun 2001 atau perubahannya UU RI no 28 tahun 2004 tentang Yayasan.

Atas dugaan tindak pidana itu, pihak BMII pun melaporkan dugaan pelanggaran tersebut ke Kejaksaan Tinggi Jawa Barat.

Aksi yang berlangsung damai itu berakhir di Kejati Jabar dan perwakilan aksi diterima Kasipenkum Kejati Jabar, Raymond Ali, SH.MH. (tie)

 

 


Label: #


Berita Terkait


Berita Lainnya

  • 21 April 2018 | 21:59 WIB

    Pasteur Bandung Lautan Air, BPBD Minta Banjir Harus Segera Diatasi

    BANDUNG, BERITABANDUNG.COM -- Pasteur BTC Bandung jadi lautan air. Banjir kembali merendam daerah Pasteur Bandung setelah diguyur hujan lebat pada Sabtu (21/4/2018) sore. Jalan di kawasan Pasteur BTC berubah menjadi ...

  • 16 Maret 2018 | 18:17 WIB

    Akhir Pekan, ITB Gelar Integrated Career Days

    BANDUNG, BERITABANDUNG.COM -- Sebanyak 45 perusahaan akan hadir dalam bursa kerja Institut Teknologi Bandung (ITB) Integrated Career Days pada 17-18 Maret 2018. Acara tersebut akan berlangsung di Aula Barat dan ...

  • 08 Maret 2018 | 10:48 WIB

    Pengawasan Proyek Lancar, PDAM Tirtawening Kota Bandung Beri Pengharaan ke TP4D

    BANDUNG, BERITABANDUNG.COM -- Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtawening Kota Bandung memberikan penghargaan terhadap Tim Pengawalan, Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejari Bandung. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi ...

  • 14 Desember 2017 | 10:42 WIB

    Kadisdik Kota Bandung Minta Sekolah Periksa Buku Terbitan Yudistira

    BANDUNG, BERITABANDUNG. COM - - Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Elih Sudiapermana meminta sekolah dasar khususnya guru sekolah kelas VI untuk memeriksa buku pelajaran terbitan Yudistira.  Hal itu sehubungan dengan adanya ...

  • 12 Desember 2017 | 11:42 WIB

    Piala Presiden 2018 Diperkirakan Digelar Awal Januari

    BANDUNG, BERITABANDUNG.COM -- Piala Presiden 2018 diperkirakan akan digelar awal Januari 2018. Hal itu diungkapkan Ketua Steering Committee Piala Presiden 2018, Maruarar Sirait. Ia mengungkapkan dirinya sudah meminta waktu kepada Presiden ...

  • @ 2013 beritabandung.com