BERITABANDUNG


  • 13 November 2017 | 12:49 WIB

Jaksa Masuk Sekolah Sambangi SMAN 3 Bandung

Editor: Yatti Chahyati


 Jaksa Masuk Sekolah Sambangi SMAN 3 Bandung
KEJATI JABAR - Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, Senin (12/11/2017) ini mendatangi SMAN 3 Bandung. (ist)

BANDUNG, BERITABANDUNG.COM – Jaksa masuk sekolah yang digelar Kejaksaan Tinggi Jawa Barat, Senin (12/11/2017) ini mendatangi SMAN 3 Bandung. Kepala Kejaksaan Jawa Barat Loeke Larasati menjadi inspektur upacara dalam upcara hari Senin.

Pelaksanaan upacara bendera dihadiri oleh Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Barat beserta jajaran, Kepala Sekolah dan Wakil Kepala Sekolah SMAN 3 Bandung beserta jajaran, Komite Sekolah, para Guru dan diikuti oleh seluruh siswa-siswi kelas 10, 11 dan 12 yang berjumlah lebih kurang 450 orang.

“Kejaksaan Republik lndonesia sebagai lembaga penegak hukum, memiliki peran yang sangat strategis dalam rangka mendukung dan berkontribusi mewujudkan nawacita kedelapan tersebut. Wujud nyata peran dan tanggung jawab Kejaksaan terhadap masa depan bangsa tersebut antara lain melalui kegiatan Penyuluhan dan Penerangan Hukum Program Jaksa Masuk Sekolah (JMS),” ujar Kejati dalam sialaran persnya.

Ia mengatakan pelaksanaan program Jaksa Masuk Sekolah di Jawa Barat dilatarbelakangi oleh banyak ditemukan permasalahan-permasalahan yang dialami oleh para pelajar, permasalahan tersebut di antaranya yakni masih tingginya tingkat kekerasan yang dilakukan maupun dialami oleh pelajar; masih rendahnya tingkat kesadaran hukum di kalangan pelajar; rentannya pelajar menjadi korban penyelahgunaan narkoba, obat-obatan terlarang dan perdagangan orang; serta munculnya paham-paham yang menimbulkan disintegrasi bangsa dan melunturkan nasionalisme dan kepercayaan agama di kalangan pelajar.

“Oleh sebab itu, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu agenda penting pemerintah. Generasi muda sebagai harapan penerus cita-cita pembangunan bangsa tidak boleh kehilangan jati diri. Salah satu upaya pemerintah untuk mempertahankan jati diri bangsa adalah dengan melakukan berbagai upaya strategis dan sistematis untuk membangun karakter anak bangsa,” tambahnya.

Kegiatan Jaksa Masuk Sekolah (JMS) merupakan salah satu bentuk langkah strategis dalam mendukung terwujudnya revolusi karakter bangsa sebagaimana tercantum dalam agenda pembangunan nasional (nawa cita) yaitu pada cita kedelapan: "Melaksanakan Revolusi Karakter Bangsa" yang menitikberatkan kepada pembentukan karakter dan revolusi mental generasi muda Indonesia. pelaksanaan kegiatan Jaksa Masuk Sekolah ini mengacu kepada Surat Keputusan Jaksa Agung Republik Indonesia Nomor KEP-184/A/JA/11/2015 tanggal 18 November 2015 tentang Pembentukan Tim Jaksa Masuk Sekolah Kejaksaan RI.

Dijelaskannya jika JMS dilakukan untuk mengenalkan serta melakukan pembinaan hukum sejak dini kepada generasi muda anak bangsa sehingga tidak terjerumus ke dalam pelanggaran hukum seperti: tawuran, penyalahgunaan narkoba dan kenakalan remaja pada wilayah hukum Kejaksaan Tinggi Jawa Barat; Untuk membentuk karakter siswa pelajar generasi muda sejak yang merupakan penerus bangsa ke arah yang lebih baik; Agar siswa/siswi sebagai penerus bangsa memahami peraturan perundangundangan dan tidak terjerumus dalam hal-hal yang negatif serta tidak ikut terpengaruh dengan kegiatan-kegiatan yang bersifat sesat dan radikal serta tidak melakukan tindak pidana.

Semetara itu, Kasipenkum Kejati Jabar, Raymond Ali, SH.MH  mengatakan sepanjang tahun 2017, Kejaksaan Tinggi dan Kejaksaan Negeri seJawa Barat telah melaksanakan kegiatan sebanyak 68 kegiatan, dengan jumlah siswa/i yang telah diberikan penerangan hukum sebanyak 19.767 siswa.

Materi yang disampaikan dalam pelaksanaan kegiatan Jaksa Masuk Sekolah menitikberatkan kepada pengenalan lembaga Kejaksaan kepada generasi muda, pembentukan karakter generasi muda anti korupsi, anti kekerasan, anti narkoba dan lain-lain yang terkait dengan revolusi karakter bangsa dan menanamkan pemahaman generasi muda terhadap hukum agar generasi muda dapat mengenali hukum untuk menjauhi hukuman yang dilakukan melalui serangkaian penerangan dan penyuluhan hukum ke sekolah-sekolah. (tie/*)


Label: #


Berita Terkait


Berita Lainnya

  • 21 April 2018 | 21:59 WIB

    Pasteur Bandung Lautan Air, BPBD Minta Banjir Harus Segera Diatasi

    BANDUNG, BERITABANDUNG.COM -- Pasteur BTC Bandung jadi lautan air. Banjir kembali merendam daerah Pasteur Bandung setelah diguyur hujan lebat pada Sabtu (21/4/2018) sore. Jalan di kawasan Pasteur BTC berubah menjadi ...

  • 16 Maret 2018 | 18:17 WIB

    Akhir Pekan, ITB Gelar Integrated Career Days

    BANDUNG, BERITABANDUNG.COM -- Sebanyak 45 perusahaan akan hadir dalam bursa kerja Institut Teknologi Bandung (ITB) Integrated Career Days pada 17-18 Maret 2018. Acara tersebut akan berlangsung di Aula Barat dan ...

  • 08 Maret 2018 | 10:48 WIB

    Pengawasan Proyek Lancar, PDAM Tirtawening Kota Bandung Beri Pengharaan ke TP4D

    BANDUNG, BERITABANDUNG.COM -- Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtawening Kota Bandung memberikan penghargaan terhadap Tim Pengawalan, Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejari Bandung. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi ...

  • 14 Desember 2017 | 10:42 WIB

    Kadisdik Kota Bandung Minta Sekolah Periksa Buku Terbitan Yudistira

    BANDUNG, BERITABANDUNG. COM - - Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Elih Sudiapermana meminta sekolah dasar khususnya guru sekolah kelas VI untuk memeriksa buku pelajaran terbitan Yudistira.  Hal itu sehubungan dengan adanya ...

  • 12 Desember 2017 | 11:42 WIB

    Piala Presiden 2018 Diperkirakan Digelar Awal Januari

    BANDUNG, BERITABANDUNG.COM -- Piala Presiden 2018 diperkirakan akan digelar awal Januari 2018. Hal itu diungkapkan Ketua Steering Committee Piala Presiden 2018, Maruarar Sirait. Ia mengungkapkan dirinya sudah meminta waktu kepada Presiden ...

  • @ 2013 beritabandung.com