BERITABANDUNG


  • 21 Desember 2017 | 22:20 WIB

Massa Geruduk PN Bandung Pertanyakan Eksekusi Joy Hesa

Editor: Yatti Chahyati


 Massa Geruduk PN Bandung Pertanyakan Eksekusi Joy Hesa
PENGADILAN - Massa aksi di pengadilan Negeri Bandung, siang tadi. (BERITABANDUNG)

BANDUNG, BERITABANDUNG.COM – Pengadilan Negeri (PN) Bandung, di Jln. L. L. R. E Martadinata, Kota Bandung, Kamis (21/12/2017) tiba –tiba di gruduk massa. Dalam aksinya, mereka menuntut dilaksanakannya putusan pidana terhadap Joy Hesa yang tak kunjung dieksekusi.

Dalam orasinya, kordinator massa mendesak pihak pengadilan dan kejaksaan untuk bertindak tegas dan tak pandang bulu terhadap perkara yang ditangani. Massa juga membawa sejumlah spanduk, di antaranya bertuliskan "Jangan ada diskriminasi hukum", "Tegakkan keadilan", dan "Hukum tidak bisa dibeli".

Kordinator aksi, Ibam menuturkan, pihaknya sengaja datang untuk memberikan sorotan terhadap perkara yang diputus hakim Mahkamah Agung ditingkat kasasi yang memvonis satu tahun penjara terhadap Joy Hesa. "Tapi kami bukan demo untuk pemenang atau yang kalah. Ini kaitannya hanya sebagai kontrol sosial, yang dasar hukumnya keterbukaan," ujar Ibam.

Ditambahkan Ibam, dalam hal ini memang ada putusan kasasi pidana yang disoroti pihaknya karena tak juga dieksekusi. "Yang menjadi pertanyaan kami, mengapa putusan lain dieksekusi tapi yang ini tidak? Ini 'kan harus diluruskan," katanya.

Soal dugaan adanya 'permainan', Ibam menyatakan pihaknya sudah mendengar penjelasan dari Ketua PN Bandung. Ketua PN, ujarnya, mengklaim penundaan eksekusi bisa dilakukan jika melihat pada unsur HAM.

"Tapi kalau melihat celah, bisa saja ada permainan. Yang jelas hukum itu harus sama dimata siapapun, jadi kenapa harus dibeda-bedakan," tuturnya.

Sementara itu,  sidang peninjauan kembali yang dimohonkan Joy Hesa atas putusan kasasi satu tahun digelar di Ruang IV Pengadikan Negeri Bandung. Hakim Ambo Masse memberikan waktu kepada jaksa untuk menyampaikan jawaban atas permohonan PK.  Namun jaksa Edi Junaedi tidak membacakan jawaban tersebut hanya memberikan salinan jawaban kepada hakim dan juga pemohon PK.

Hakim saat itu sempat menanyakan mengenai hukuman.  "Pemohon kan divonis satu tahun tapi belum menjalani hukuman kan, " ujarnya.  Dia pun menjelaskan memang hakim tidak berwenang untuk mengeksekusi tapi itu kewenangan jaksa tapi yang jelas sampai saat ini belum menjalani hukuman dan itu jaksa yang berwenang melaksanakannya.

Sidang akhirnya ditutup dan akan dilanjut Kamis 28 Desember 2017.

Usai sidang Edi Junaedi menyatakan kepada wartawan bahwa membantah atas novum yang diajukan pemohon yang menyatakan pembayaran utang sudah dilaksanakan. "Pembayaran utang dilakukan setelah Putusan kasasi turun.  Jadi itu bukan novum, " ujae Edi.

Kemudian dia juga membanta yang menyebutkan hakim MA keliru karena menurutnya perkara itu perdata.  Menurut Edi justru sudah tepat.  "Memang awalnya perdata tapi ditemukan unsut unsur pidana," ujarnya.

Dari informasi yang diperoleh, aksi massa terkait dengan perkara penipuan dengan terdakwa Joy Hesa. Joy sudah divonis 1 tahun penjara namun tidak kunjung dieksekusi. Kasus bermula saat warga Setraduta Bandung itu datang ke Jln. Cihapit menemui Wikanta Wirja untuk minta bantuan pelunasan hutang terdakwa kepada PT BPR Gunadhana Mitrasembada sebesar 1.290.720.000.

Hakim Pengadilan Negeri Bandung membebaskan terdakwa, namun jaksa melakukan upaya kasasi,  hakim MA memvonis 1 tahun penjara. (*)


Label: #


Berita Terkait


Berita Lainnya

  • 14 Desember 2017 | 10:42 WIB

    Kadisdik Kota Bandung Minta Sekolah Periksa Buku Terbitan Yudistira

    BANDUNG, BERITABANDUNG. COM - - Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Elih Sudiapermana meminta sekolah dasar khususnya guru sekolah kelas VI untuk memeriksa buku pelajaran terbitan Yudistira.  Hal itu sehubungan dengan adanya ...

  • 12 Desember 2017 | 11:42 WIB

    Piala Presiden 2018 Diperkirakan Digelar Awal Januari

    BANDUNG, BERITABANDUNG.COM -- Piala Presiden 2018 diperkirakan akan digelar awal Januari 2018. Hal itu diungkapkan Ketua Steering Committee Piala Presiden 2018, Maruarar Sirait. Ia mengungkapkan dirinya sudah meminta waktu kepada Presiden ...

  • 09 Desember 2017 | 13:12 WIB

    Proyek Rumah Deret Tamansari, Emil Diskusi dengan Warga di Pendopo

    BANDUNG, BERITABANDUNG.COM -- Wali Kota Bandung Ridwan Kamil  bersilaturahmi dengan perwakilan warga RW 11 Kelurahan Tamansari di Pendopo Kota Bandung, Jumat (8/12/2017) malam. Pada kesempatan itu, Walikota membuka ruang diskusi ...

  • 20 November 2017 | 13:02 WIB

    Petugas Kebersihan Kota Bandung Berangkat Umrah

    BANDUNG, BERITABANDUNG.COM -- Wali Kota Bandung Ridwan Kamil didampingi Direktur Utama Perusahaan Daerah Kebersihan Kota Bandung Deni Nurdyana memberikan penghargaan melaksanakan ibadah umroh kepada lima pegawai di lingkungan PD Kebersihan, ...

  • 21 Januari 2017 | 15:24 WIB

    Penjual Atribut Persib Menjamur di Ciamis

    CIAMIS. BERITABANDUNG.COM -- Suasana di area Stadion Galuh Ciamis pada Sabtu (21/1/2017) berbeda dibandingkan hari biasanya. Sejumlah pedagang atribut Persib Bandung nampak memenuhi markas klub tuan rumah PSGC Ciamis. Berdasarkan pantauan ...

  • @ 2013 beritabandung.com