BERITABANDUNG


  • 03 Januari 2018 | 19:33 WIB

Nuansa Politik Makin Kental Ormas Islam Harus Tetap Bersatu

Editor: Yatti Chahyati


 Nuansa Politik Makin Kental Ormas Islam Harus Tetap Bersatu
DISKUSI - Lembaga An Najmus Tsaqib menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan tema "Membangun Ukhuwah Islamiyah Diatas Kepentingan Politik dan Kelompok" di Kab Kabupaten Garut, Rabu (3/1/2018). (ist)

BANDUNG, BERITABANDUNG.COM – Nuansa politik di Indonesia khususnya Jawa Barat makin terasa, momen Pilkada sernetak di Jabar 2018 akan menjadi momen politik terbesar bagi warga masyarakat dan juga tentunya umat islam.

Untuk membahas tentang kondisi politik dan juga pengaruhnya terhadap umat islam terutama ormas Islam, Lembaga An Najmus Tsaqib menggelar Focus Group Discussion (FGD) dengan tema "Membangun Ukhuwah Islamiyah Diatas Kepentingan Politik dan Kelompok" di Kab Kabupaten Garut, Rabu (3/1/2018).

“ Kami sangat perlu mengadakan FGD ini untuk melakukan eksplorasi pendapat dan pandangan dari berbagai perwakilan ormas Islam di Kabupaten Garut khususnya terkait upaya membangun ukhuwah islamiyah ditengah semakin kuatnya gesekan kepentingan dan politik diantara ormas Islam,” ungkap, Bagus Setiawan yakni Ketua An Najmus Tsaqib.

Hadir dalam diskusi tersebut Dian Noviar Nugraha (Ketua Pemuda Muhammadiyah Kab. Garut), An An Aminah (PMII Kab. Garut), Zamzam Wakil Ketua Pemuda Muslimin/Mantan Ketua HMI Kab. Garut), Hasbi (Ketua TPPK UNIGA), Irfan Apriansyah (PURI/Pusat Riset Indonesia) dan Fikri Zakaria (Sekolah Tinggi Teknologi Garut).

Dian mengatakan Ukhuwah Islamiyah di Indonesia rusak dan bisa menjadi konflik karena ditunggangi kepentingan politik tertentu bahkan bisa ditanggalkan karena kepentingan politik tertentu.

“Oleh karenannya peru cita-cita Ukhuwah Islamiyah yaitu mendapat Rahmat Allah contohnya jangan menjustifikasi seseorang atau kelompok tertentu tidak benar dan konfliknya akan menjadi besar dan menghilangkan cita-cita Ukhuwah Islamiyah. Hilangkan sikap fanatisme,pertegas dan perkuat NKRI antar organisasi masyarakat adalah solusi dalam membangun Ukhuwah Islamiyah,” paparnya.

Sedangkan An An Aminah mengatakan konsep Ukhuwah Islamiyah harus dibarengi dengan konsep ke Islaman sesuai konsep bernegara, ketidakpahaman Ukhuwah Islamiyah di Indonesia secara keilmuan dapat menyebabkan potensi perpecahan dan konflik tuturnya. “Kepentingan politik atas kelompok tertentu menyebabkan penggiringan tertentu ke arah yang tidak baik,” jelas An An.

Sementara Wakil Ketua Pemuda Muslimin Zamzam Hamzah menyebutkan secara konsep Islam yaitu tidak menghendaki adanya perbedaan. “Dalam konteks keorganisasian yang ada masih ada yang salah dalam memahami kontek Ukhuwah Islamiyah. Di Garut konflik Ukhuwah Islamiyah masih bisa teratasi dan tidak meluas menjadi konflik horizontal, dan statement dari tokoh organisasi islam tertentu terkadang menjadi potensi konflik di masyarakat bawah dan dalamdalam menjaga dan membangun Ukhuwah Islamiyah antar kelompok harus di kedepankan terlebih dahulu budaya komunikasinya,” ungkapnya.

Dari FGD itu maka dihasilkan kesimpulan jika fanatisme masing-masing aliran keagamaan itu harus di jaga oleh masing-masing organisasi masyarakat karena kalau tidak akan mudah hancur negara seperti Negara di luar Indonesia dan semua para pemuka agama atau para founding father sudah sepakat Indonesia sebagai Negara yang merdeka dan NKRI sudah sesuai dengan syariat islam.

“Hari ini kita dibenturkan karena pertarungan mazhab,sedangkan pihak asing sedang mengeruk kekayaan alam yang ada di Indonesia. Islam harus menjadi pencerah dan harus lebih memanusiakan manusia, maka ruang komunikasi di bangun antar organisasi masyarakat,maka konflik dapat di minimalisir. Untuk memahami perbedaan dalam Ukhuwah Islamiyah kita harus menyadari perbedaan itu membawa berkah,” papar Bagus Setiawan.

Ia juga menambahkan jika doktrin fanatisme jangan sampai menjadi kebencian antar organisasi masyarakat dam fanatisme itu cukup hanya dalam internal saja. Ketika terjadi deadlock perbedaan pendapat pandangan,maka baiknya diselesaikan dengan MUI atau secara hukum,sehingga tidak terjadi persekusi. “Media sosial harus di jaga dan di awasi secara bersama,” katanya. (*)


Label: #


Berita Terkait

  • Jawa Barat
    07 Juli 2018 | 19:02 WIB

    Awas! Cemari Citarum Bisa Dikenai Pasal Korupsi

    BANDUNG, BERITABANDUNG.COM -- Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat telah berkoordinasi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI terkait penanganan pencemaran Sungai Citarum. Bagi mereka para pelaku pencemaran bisa terkena pasal tindak ...

  • Jawa Barat
    26 Juni 2018 | 20:37 WIB

    Pj Gubernur Jabar Jamin TPS se-Jabar Siap Gelar Pilkada

    BANDUNG, BERITABANDUNG.COM -- Penjabat Gubernur Jawa Barat H. Mochamad Iriawan didampingi Sekda dan KPU Jabar melakukan video conference dengan seluruh desk Pilkada Kabupaten dan Kota se-Jabar yang terdiri dari KPU, ...

  • Jawa Barat
    26 Juni 2018 | 20:27 WIB

    Tak Layak, 33.125 Surat Suara Dihancurkan

    BANDUNG, BERITABANDUNG.COM -- Sebanyak 33.125 lembar surat suara untuk Pilgub Jabar yang rusak, dicacah di percetakan Gramedia Cikarang Selatan, Bekasi, Selasa (26/6). Pencacahan dikerjakan lima petugas percetakan dengan menggunakan sebuah mesin. ...

  • Jawa Barat
    23 Juni 2018 | 18:13 WIB

    Empat Paslon Gubernur Jabar Kompak Ajak Warga Tak Golput

    BANDUNG, BERITABANDUNG.COM – Empat pasangan calon gubernur Jawa Barat (Paslon Gubjabar) mengajak warga Jawa Barat untuk tidak golput. Pernyataan sikap keepat paslon itu diutarakan dalam debat terakhir Barat di Sudirman ...

  • Jawa Barat
    21 Juni 2018 | 21:53 WIB

    Pemprov Jabar Tinggal Tunggu Pusat Tol Bandung-Tasik

    BANDUNG, BERITABANDUNG.COM -- Pemerintah Provinsi Jawa Barat kembali mendorong Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat memulai proyek tol Bandung-Tasikmalaya. Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Iwa Karniwa mengatakan pekan lalu pihaknya sudah ...


Berita Lainnya

  • 21 April 2018 | 21:59 WIB

    Pasteur Bandung Lautan Air, BPBD Minta Banjir Harus Segera Diatasi

    BANDUNG, BERITABANDUNG.COM -- Pasteur BTC Bandung jadi lautan air. Banjir kembali merendam daerah Pasteur Bandung setelah diguyur hujan lebat pada Sabtu (21/4/2018) sore. Jalan di kawasan Pasteur BTC berubah menjadi ...

  • 16 Maret 2018 | 18:17 WIB

    Akhir Pekan, ITB Gelar Integrated Career Days

    BANDUNG, BERITABANDUNG.COM -- Sebanyak 45 perusahaan akan hadir dalam bursa kerja Institut Teknologi Bandung (ITB) Integrated Career Days pada 17-18 Maret 2018. Acara tersebut akan berlangsung di Aula Barat dan ...

  • 08 Maret 2018 | 10:48 WIB

    Pengawasan Proyek Lancar, PDAM Tirtawening Kota Bandung Beri Pengharaan ke TP4D

    BANDUNG, BERITABANDUNG.COM -- Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtawening Kota Bandung memberikan penghargaan terhadap Tim Pengawalan, Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejari Bandung. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi ...

  • 14 Desember 2017 | 10:42 WIB

    Kadisdik Kota Bandung Minta Sekolah Periksa Buku Terbitan Yudistira

    BANDUNG, BERITABANDUNG. COM - - Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Elih Sudiapermana meminta sekolah dasar khususnya guru sekolah kelas VI untuk memeriksa buku pelajaran terbitan Yudistira.  Hal itu sehubungan dengan adanya ...

  • 12 Desember 2017 | 11:42 WIB

    Piala Presiden 2018 Diperkirakan Digelar Awal Januari

    BANDUNG, BERITABANDUNG.COM -- Piala Presiden 2018 diperkirakan akan digelar awal Januari 2018. Hal itu diungkapkan Ketua Steering Committee Piala Presiden 2018, Maruarar Sirait. Ia mengungkapkan dirinya sudah meminta waktu kepada Presiden ...

  • @ 2013 beritabandung.com