BERITABANDUNG


  • 04 Januari 2018 | 22:44 WIB

Tak Penuhi Panggilan Jaksa Ancam Jemput Paksa Terpidana Kasus Penipuan Joy Hesa

Editor: Yatti Chahyati


 Tak Penuhi Panggilan Jaksa Ancam Jemput Paksa Terpidana Kasus Penipuan Joy Hesa
AKSI - Massa memaksa kejaksaan tinggi menjemput paksa Joy Hesa, terpidana kasus penipuan yang hingga kini belum juga ditahan. (ist)

BANDUNG, BERITABANDUNG.COM -- Pihak kejaksaan mengancam akan menjemput paksa Joy Hesa, terpidana dalam kasus penipuan yang merugikan korban hingga miliaran rupiah.

Hal itu terpaksa dilakukan Kejaksaan Tinggi Negeri (Kejari) jika terpidana tak lagi memenuhi panggilan untuk ketiga kalinya.

"Dari keterangan yang saya peroleh, pihak Kejaksaan Negeri (Kejari) Bandung sudah dua kali memanggil yang bersangkutan. Namun dia tidak datang dengan alasan sakit," kata Kasi Penkum Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jabar, Raymond Ali, Kamis (4/1/2017).

Raymond menambahkan, berdasarkan ketentuan, jaksa memang harus segera mengeksekusi putusan kasasi Mahkamah Agung (MA) yang memvonis Joy Hesa dengan hukuman 1 tahun penjara. Langkah itu sudah dijalankan dengan melakukan dua kali pemanggilan.

"Jadi nanti akan dijadwalkan untuk pemanggilan ketiga. Kalau tidak datang, bisa dijemput paksa. Tapi akan dilihat juga kondisi yang bersangkutan, apakah masih sakit atau tidak. Yang jelas jaksa akan bersikap objektif," lanjut Raymond.

Mengomentari kasus tersebut, pengamat hukum pidana dari Universitas Parahyangan Bandung, Agustinus Pohan menilai jaksa penuntut umum (JPU) bukan hanya memiliki kewenangan saja melainkan wajib untuk melaksakan putusan yang sudah inkcracht. "Sekalipun tidak ada ketentuan tentang batas waktu (eksekusi terhadap putusan kasasi) prinsipnya adalah harus segera dilaksanakan menyusul putusan yang berkekuatan hukum. Jadi prinsipnya harus dilaksanakan pada kesempatan pertama," kata Pohan.

Ia juga menegaskan, terhadap putusan MA tidak ada upaya hukum yang dapat menunda pelaksanaan putusan. Dengan catatan, hal administratif sangat diperlukan.

"Kalau alasannya tak memenuhi panggilan karena sakit, itu soal kebijakan kemanusiaan. Kalau memang memerlukan perawatan di rumah sakit maka bisa saja ditunda. Tapi kalau sakit biasa seperti flu tentu bukan alasan," tandas Pohan.

Kasus yang menjerat Joy Hesa bermula saat warga Setraduta Bandung itu datang menemui Wikanta Wirja untuk minta bantuan pelunasan hutang terdakwa kepada PT BPR Gunadhana Mitrasembada sebesar 1.290.720.000. Atas bujukan terdakwa, pada tanggal 8 Agustus 2007 Wikanta Wirja menyerahkan uang kepada terdakwa dengan cara melakukan pelunasan hutang terdakwa kepada PT. BPR Gunadhana Mitrasembada.

Selanjutnya terdakwa menyerahkan dua buku SHGB No. 104 dan 105 beserta surat permohonan roya maupun sertifikat hak tanggungan asli peringkat kesatu kepada Wikanta Wirja. Namun pada tanggal 30 Agustus 2007 terdakwa meminjam kembali sertifikat tersebut dengan alasan untuk digunakan proses pinjaman ke Bank BRI dengan menjanjikan uangnya untuk membayar kepada Wikanta Wirja.

Sekitar bulan Oktober 2007, terdakwa mendapat pinjaman dari Bank BRI sebesar Rp 1,7 miliar. Namun uang itu digunakan untuk kepentingan sendiri dan tidak dibayarkan kepada Wikanta Wirja sebagaimana yang dijanjikan. Atas perbuatan terdakwa, Wikanta Wirja mengalami kerugian kurang lebih sebesar Rp. 1.290.720.000 dan terdakwa didakwa pasal 378 KUHP jo pasal 64 ayat 1 KUHP.

Hakim Pengadilan Negeri Bandung membebaskan terdakwa, namun jaksa melakukan upaya kasasi, dan hakim MA memvonis 1 tahun penjara. Terpidana Joy kemudian mengajukan peninjauan kembali. (*)


Label: #


Berita Terkait


Berita Lainnya

  • 21 April 2018 | 21:59 WIB

    Pasteur Bandung Lautan Air, BPBD Minta Banjir Harus Segera Diatasi

    BANDUNG, BERITABANDUNG.COM -- Pasteur BTC Bandung jadi lautan air. Banjir kembali merendam daerah Pasteur Bandung setelah diguyur hujan lebat pada Sabtu (21/4/2018) sore. Jalan di kawasan Pasteur BTC berubah menjadi ...

  • 16 Maret 2018 | 18:17 WIB

    Akhir Pekan, ITB Gelar Integrated Career Days

    BANDUNG, BERITABANDUNG.COM -- Sebanyak 45 perusahaan akan hadir dalam bursa kerja Institut Teknologi Bandung (ITB) Integrated Career Days pada 17-18 Maret 2018. Acara tersebut akan berlangsung di Aula Barat dan ...

  • 08 Maret 2018 | 10:48 WIB

    Pengawasan Proyek Lancar, PDAM Tirtawening Kota Bandung Beri Pengharaan ke TP4D

    BANDUNG, BERITABANDUNG.COM -- Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtawening Kota Bandung memberikan penghargaan terhadap Tim Pengawalan, Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejari Bandung. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi ...

  • 14 Desember 2017 | 10:42 WIB

    Kadisdik Kota Bandung Minta Sekolah Periksa Buku Terbitan Yudistira

    BANDUNG, BERITABANDUNG. COM - - Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Elih Sudiapermana meminta sekolah dasar khususnya guru sekolah kelas VI untuk memeriksa buku pelajaran terbitan Yudistira.  Hal itu sehubungan dengan adanya ...

  • 12 Desember 2017 | 11:42 WIB

    Piala Presiden 2018 Diperkirakan Digelar Awal Januari

    BANDUNG, BERITABANDUNG.COM -- Piala Presiden 2018 diperkirakan akan digelar awal Januari 2018. Hal itu diungkapkan Ketua Steering Committee Piala Presiden 2018, Maruarar Sirait. Ia mengungkapkan dirinya sudah meminta waktu kepada Presiden ...

  • @ 2013 beritabandung.com