BERITABANDUNG


  • 19 Januari 2018 | 10:05 WIB

Kejari Eksekusi Mantan Direktur Keuangan PT KAI Achmad Kuntoro

Editor: Yatti Chahyati


 Kejari Eksekusi Mantan Direktur Keuangan PT KAI Achmad Kuntoro
KEJARI BANDUNG - Kejari Bandung akhirnya mengeksekusi buronan kasus Korupsi PT KAI, Achmad Kuntoro, kemarin. (instagram @kejati_jabar)

BANDUNG, BERITABANDUNG.COM – Kejari Bandung akhirnya mengeksekusi buronan kasus Korupsi PT KAI, Achmad Kuntoro.

Ia sebelumnya menghilang selama dua tahun, mantan Direktur Keuangan PT KAI itu diringkus aparat Kejaksaan Negeri Bandung di Jalan Villa Jati Padang No 54, RT 01, RW 08, Kelurahan Jati Padang, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Kamis (18/1/2018).

Kepala Kejari Bandung, Agus Winoto mengatakan, Achmad buron dengan alasan permohonan kasasinya ditolak oleh Mahkamah Agung RI."Buron sudah dua tahun," katanya di Kantor Kejari Bandung, Kamis (18/1/2018).

Agus menambahkan, penangkapan Achmad dilakukan Kejari Bandung berdasarkan surat perintah penangkapan Kepala Kejaksaan Negeri Kota Bandung nomor: Print 158/0.2.10/Fu.1/01/2018 tanggal 15 Januari 2018. Atas dasar itu, tim Kejari Bandung menyambangi rumah terpidana di daerah Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan dan penangkapan berjalan lancar karena keluarga dan terpidana bersikap kooperatif.

Achmad Kuntoro menjadi terpidana kasus korupsi yang ditangani Kejari Bandung pada 2008 lalu. Ia  didakwa telah menyebabkan kerugian negara sebesar Rp 100 miliar dalam penggunaan dana PT KAI dengan PT Optimal Capital Management. 

Dalam sidang putusan awal di tahun yang sama, Achmad divonis dua setengah tahun penjara di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Bandung. Namun setelah mengajukan banding atas putusan itu, vonis terhadap Achmad justru bertambah menjadi empat tahun.

Tak puas dengan hasil itu, Achmad kembali mengajukan  kasasi ke Mahkamah Agung. Lagi-lagi upaya itu gagal karena kasasinya ditolak oleh hakim MA. Bahkan, MA memperkuat putusan pengadilan tingkat satu dan tingkat banding. Alhasil, hukuman untukAchmad semakin berat berupa penjara sepuluh tahun penjara denda Rp 400 juta, subsider kurungan satu tahun. (*)


Label: #


Berita Terkait


Berita Lainnya

  • 21 April 2018 | 21:59 WIB

    Pasteur Bandung Lautan Air, BPBD Minta Banjir Harus Segera Diatasi

    BANDUNG, BERITABANDUNG.COM -- Pasteur BTC Bandung jadi lautan air. Banjir kembali merendam daerah Pasteur Bandung setelah diguyur hujan lebat pada Sabtu (21/4/2018) sore. Jalan di kawasan Pasteur BTC berubah menjadi ...

  • 16 Maret 2018 | 18:17 WIB

    Akhir Pekan, ITB Gelar Integrated Career Days

    BANDUNG, BERITABANDUNG.COM -- Sebanyak 45 perusahaan akan hadir dalam bursa kerja Institut Teknologi Bandung (ITB) Integrated Career Days pada 17-18 Maret 2018. Acara tersebut akan berlangsung di Aula Barat dan ...

  • 08 Maret 2018 | 10:48 WIB

    Pengawasan Proyek Lancar, PDAM Tirtawening Kota Bandung Beri Pengharaan ke TP4D

    BANDUNG, BERITABANDUNG.COM -- Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtawening Kota Bandung memberikan penghargaan terhadap Tim Pengawalan, Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejari Bandung. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi ...

  • 14 Desember 2017 | 10:42 WIB

    Kadisdik Kota Bandung Minta Sekolah Periksa Buku Terbitan Yudistira

    BANDUNG, BERITABANDUNG. COM - - Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Elih Sudiapermana meminta sekolah dasar khususnya guru sekolah kelas VI untuk memeriksa buku pelajaran terbitan Yudistira.  Hal itu sehubungan dengan adanya ...

  • 12 Desember 2017 | 11:42 WIB

    Piala Presiden 2018 Diperkirakan Digelar Awal Januari

    BANDUNG, BERITABANDUNG.COM -- Piala Presiden 2018 diperkirakan akan digelar awal Januari 2018. Hal itu diungkapkan Ketua Steering Committee Piala Presiden 2018, Maruarar Sirait. Ia mengungkapkan dirinya sudah meminta waktu kepada Presiden ...

  • @ 2013 beritabandung.com