BERITABANDUNG


  • 19 Januari 2018 | 13:57 WIB

Setelah Sate Maranggi, Kini Kue Surabi khas Sunda Go Internasional

Editor: Yatti Chahyati


 Setelah Sate Maranggi, Kini Kue Surabi khas Sunda Go Internasional
KULINER - Jurnalis ABC Australia David bersama Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi memperlihatkan cara membuat kue surabi, Jumat (19/1/2018). (ist)

 

BANDUNG, BERITABANDUNG.COM -- Jurnalis ABC Australia David Lipson kebingungan saat melihat Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi memperlihatkan cara membuat kue surabi. Penganan khas Sunda yang biasa dijajakan Mak Halimah (44) di lingkungan kantor Pemkab Purwakarta itu menjadi menu sarapan wajib Dedi.

David mencicipi makanan yang terbuat dari tepung beras dan dibakar diatas tungku dengan kayu bakar pohon karet itu. Meski pernah 10 Tahun tinggal di Indonesia, David mengaku baru pertama kali mencicipinya.

“Delicious!!, (enak.red),” ungkapnya di Rumah Dinas Bupati Purwakarta, Jalan Gandanegara No. 25, Jumat (19/1/2018) seperti BeritaBandung kutip dari siaran persnya.

David menuturkan, di Negara asalnya, tidak terdapat makanan dengan komposisi yang sama dengan kue surabi. Meski begitu, dia mengaku lidahnya cocok dengan kuliner khas Indonesia.

“Di Negara saya tidak ada makanan seperti ini. Saya baru mencicipinya sekarang. Rasa makanan ini sangat unik,” katanya.

Bukan hanya kali ini saja Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi memperkenalkan makanan khas Sunda khususnya Purwakarta ke dunia internasional. Saat diminta menyampaikan gagasan tentang keluhuran budaya Indonesia khususnya budaya Sunda di forum PBB, Dedi membawa serta Sate Maranggi.

Demi promosi kue surabi, Dedi tak segan memberikan resep rahasia kuliner itu kepada David. Ini ia dilakukan dalam rangka pelestarian kuliner tersebut yang saat ini sudah jarang ditemui.

“Ini terbuat dari tepung beras, ada yang dicampur oncom, ada yang ditambah gula merah cair. Ada juga yang original tanpa campuran,” ungkap Dedi

Menurut Dedi, hari ini sudah muncul beberapa varian kue surabi mulai dari surabi sosis, surabi keju, surabi pandan dan lainnya. Sayangnya, kata dia, tepung yang digunakan untuk pembuatannya bukan tepung beras melainkan tepung biasa.

“Iya banyak varian surabi sekarang ini. Tapi sayang kebanyakan memakai tepung biasa, bukan tepung,” ujarnya.

Kepercayaan diri masyarakat di sebuah daerah lanjut Dedi dapat terangkat melalui penguatan identitas kuliner. Apalagi, makanan khas daerah terutama Jawa Barat tidak pernah menggunakan bumbu penyedap rasa atau pewarna buatan.

“Makanan kita itu higienis dan mampu bersaing di dunia internasional. Karena itu, masyarakat kita harus percaya diri mempromosikan kuliner khas daerah,” tegasnya.

Lebih jauh, target peningkatan ekonomi masyarakat dapat tercapai melalui kuliner. Jenis usaha kuliner kebanyakan dikelola oleh UMKM sehingga langsung bersentuhan dengan ekonomi kerakyatan.

“Sate Maranggi telah berhasil menjadi ikon dan membantu perekonomian masyarakat di Purwakarta. Kue surabi bisa menjadi ikon juga,” tandasnya. (*/tie)


Label: #


Berita Terkait

  • Jawa Barat
    05 Februari 2018 | 14:42 WIB

    Jalur Puncak Longsor Jalur Puncak Ditutup Total

    BANDUNG, BERITABANDUNG.COM -- Hujan deras yang berkepanjangan di kawasan Puncak. Bogor, Jawa Barat telah menyebabkan terjadinya longsor pada Senin (5/2/2018) pagi. Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho ...

  • Jawa Barat
    04 Februari 2018 | 19:44 WIB

    Aher Ajak Warga Jawa Barat Tingkatkan Kewaspadaan

    BANDUNG, BERITABANDUNG.COM – Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) mengungkapkan belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas nama pribadi dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat atas musibah penganiayaan yang menimpa dua orang ustadz di ...

  • Jawa Barat
    04 Februari 2018 | 17:15 WIB

    Bangun Toleransi Forum Masyarakat Cinta Damai Gelar Kampanye di CFD

    BANDUNG, BERITBANDUNG.COM – Meningkatnya intoleransi dan diskriminasi SARA khususnya di Jawa Barat saat ini, membuat keprihatinan bagi Forum Masyarakat Cinta Damai (FMCD) Jawa Barat. Oleh karenannya sebagi upaya menumbuhkan kembali toleransi ...

  • Jawa Barat
    22 Januari 2018 | 10:53 WIB

    Pemprov Jabar Ajak Ormas Peduli Citarum

    BANDUNG, BERITABANDUNG.COM -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat, bersama Kodam III/Siliwangi melakukan sosialisasi gerakan Citarum Harum Bestari kepada sejumlah organisasi masyarakat (Ormas) se-Bandung Raya. Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) memberi ...

  • Jawa Barat
    19 Januari 2018 | 13:47 WIB

    Ke Pangandaran Kini Ngga Bakal Lihat ‘Tenda Biru’

    BANDUNG, BERITABANDUNG.COM -- Kolaborasi Pemprov Jawa Barat dan Pemkab Pangandaran telah menciptakan Pantai Barat dan Timur Pangandaran bebas pedagang kaki lima (PKL) per Januari 2018. Dalam hal ini, peran aktif dan ...


Berita Lainnya

  • 14 Desember 2017 | 10:42 WIB

    Kadisdik Kota Bandung Minta Sekolah Periksa Buku Terbitan Yudistira

    BANDUNG, BERITABANDUNG. COM - - Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Elih Sudiapermana meminta sekolah dasar khususnya guru sekolah kelas VI untuk memeriksa buku pelajaran terbitan Yudistira.  Hal itu sehubungan dengan adanya ...

  • 12 Desember 2017 | 11:42 WIB

    Piala Presiden 2018 Diperkirakan Digelar Awal Januari

    BANDUNG, BERITABANDUNG.COM -- Piala Presiden 2018 diperkirakan akan digelar awal Januari 2018. Hal itu diungkapkan Ketua Steering Committee Piala Presiden 2018, Maruarar Sirait. Ia mengungkapkan dirinya sudah meminta waktu kepada Presiden ...

  • 09 Desember 2017 | 13:12 WIB

    Proyek Rumah Deret Tamansari, Emil Diskusi dengan Warga di Pendopo

    BANDUNG, BERITABANDUNG.COM -- Wali Kota Bandung Ridwan Kamil  bersilaturahmi dengan perwakilan warga RW 11 Kelurahan Tamansari di Pendopo Kota Bandung, Jumat (8/12/2017) malam. Pada kesempatan itu, Walikota membuka ruang diskusi ...

  • 20 November 2017 | 13:02 WIB

    Petugas Kebersihan Kota Bandung Berangkat Umrah

    BANDUNG, BERITABANDUNG.COM -- Wali Kota Bandung Ridwan Kamil didampingi Direktur Utama Perusahaan Daerah Kebersihan Kota Bandung Deni Nurdyana memberikan penghargaan melaksanakan ibadah umroh kepada lima pegawai di lingkungan PD Kebersihan, ...

  • 21 Januari 2017 | 15:24 WIB

    Penjual Atribut Persib Menjamur di Ciamis

    CIAMIS. BERITABANDUNG.COM -- Suasana di area Stadion Galuh Ciamis pada Sabtu (21/1/2017) berbeda dibandingkan hari biasanya. Sejumlah pedagang atribut Persib Bandung nampak memenuhi markas klub tuan rumah PSGC Ciamis. Berdasarkan pantauan ...

  • @ 2013 beritabandung.com