BERITABANDUNG


  • 24 Januari 2018 | 08:38 WIB

Terlihat Berkeliatan Di Cafe, Kajari Bakal Eksekusi Joy Hesa

Editor: Yatti Chahyati


 Terlihat Berkeliatan Di Cafe, Kajari Bakal Eksekusi Joy Hesa
KEJARI BANDUNG - Diduga Joy Hesa berada di salah satu cafe di Bandung. (ist)

BANDUNG, BERITABANDUNG.COM – Joy Hesa yang dinyatakan dinyatakan bersalah melakukan penipuan hingga Rp 1,2 miliar, terlihat berkeliaran di salah satu café di Bandung beberapa waktu lalu. Padahal Kejaksaan Negeri (Kejari) sudah beberapa kali melakukan pemanggilan dan Joy Hesa selalu beralasan sakit.

Melihat itu, Kejari geram dan meminta Kasipidum segera melakukan eksekusi. Sebelumnya pecan lalu mengaku Joy bahkan sempat dirawat di RS Advent dengan dalih terserang Hepatitis C. Ia dirawat bertepatan dengan panggilan ketiga kalinya.

"Nanti Kasi Pidum (Kasi Pidana Umum,red) saya perintahkan untuk segera eksekusi," kata Kepala Kejaksaan Negeri Bandung  Agus Winoto saat dikonfirmasi, Rabu (24/1/2018).

Saat ditanya kapan eksekusi dilakukan, Agus menjawab singkat. "Segera," imbuhnya.

Sementara itu, Kasi Penkum Kejaksaan Tinggi (Kejati) Jabar, Raymond Ali menyatakan, berdasarkan informasi dari pihak Pidum Kejari Bandung, proses eksekusi terhadap Joy tengah dipersiapkan. "Kejari Bandung saat ini masih bekerja untuk proses eksekusi. Kami juga berterimakasih dengan informasi tersebut.  Ini merupakan saran dan masukan yang berharga," ujar Raymond.

Dimintai tanggapannya terkait kasus tersebut, Ketua Kajian Analisis Monitoring Community, Aan Kandar Karnawan sangat menyayangkannya. Ia berharap pihak Kejaksaan dapat bekerja objektif dan menjalankan putusan MA tanpa menundanya lagi.

"Sangat memprihatinkan ini bisa terjadi. Apalagi terpidana katanya sudah sembuh bahkan dari foto terlihat sudah normal. Seharusnya kejaksaan segara melakukan eksekusi, apalagi ini putusan MA," tutur Aan.

Kasus yang menjerat Joy Hesa bermula saat warga Setraduta Bandung itu datang menemui Wikanta Wirja untuk minta bantuan pelunasan hutang terdakwa kepada PT BPR Gunadhana Mitrasembada sebesar 1.290.720.000. Atas bujukan terdakwa, pada tanggal 8 Agustus 2007 Wikanta menyerahkan uang kepada terdakwa dengan cara melakukan pelunasan hutang terdakwa kepada PT. BPR Gunadhana Mitrasembada.

Selanjutnya terdakwa menyerahkan dua buku SHGB No. 104 dan 105 beserta surat permohonan roya maupun sertifikat hak tanggungan asli peringkat kesatu kepada Wikanta. Namun pada tanggal 30 Agustus 2007 terdakwa meminjam kembali sertifikat tersebut dengan alasan untuk digunakan proses pinjaman ke Bank BRI dengan menjanjikan uangnya untuk membayar kepada Wikanta.

Sekitar bulan Oktober 2007, terdakwa mendapat pinjaman dari Bank BRI sebesar Rp 1,7 miliar. Namun uang itu digunakan untuk kepentingan sendiri dan tidak dibayarkan kepada Wikanta sebagaimana yang dijanjikan. Atas perbuatan terdakwa, Wikanta  mengalami kerugian kurang lebih sebesar Rp 1.290.720.000 dan terdakwa didakwa pasal 378 KUHP jo pasal 64 ayat 1 KUHP.

Hakim Pengadilan Negeri Bandung membebaskan terdakwa, namun jaksa melakukan upaya kasasi, dan hakim MA memvonis 1 tahun penjara. Terpidana Joy kemudian mengajukan PK. (*)


Label: #


Berita Terkait


Berita Lainnya

  • 21 April 2018 | 21:59 WIB

    Pasteur Bandung Lautan Air, BPBD Minta Banjir Harus Segera Diatasi

    BANDUNG, BERITABANDUNG.COM -- Pasteur BTC Bandung jadi lautan air. Banjir kembali merendam daerah Pasteur Bandung setelah diguyur hujan lebat pada Sabtu (21/4/2018) sore. Jalan di kawasan Pasteur BTC berubah menjadi ...

  • 16 Maret 2018 | 18:17 WIB

    Akhir Pekan, ITB Gelar Integrated Career Days

    BANDUNG, BERITABANDUNG.COM -- Sebanyak 45 perusahaan akan hadir dalam bursa kerja Institut Teknologi Bandung (ITB) Integrated Career Days pada 17-18 Maret 2018. Acara tersebut akan berlangsung di Aula Barat dan ...

  • 08 Maret 2018 | 10:48 WIB

    Pengawasan Proyek Lancar, PDAM Tirtawening Kota Bandung Beri Pengharaan ke TP4D

    BANDUNG, BERITABANDUNG.COM -- Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtawening Kota Bandung memberikan penghargaan terhadap Tim Pengawalan, Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejari Bandung. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi ...

  • 14 Desember 2017 | 10:42 WIB

    Kadisdik Kota Bandung Minta Sekolah Periksa Buku Terbitan Yudistira

    BANDUNG, BERITABANDUNG. COM - - Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Elih Sudiapermana meminta sekolah dasar khususnya guru sekolah kelas VI untuk memeriksa buku pelajaran terbitan Yudistira.  Hal itu sehubungan dengan adanya ...

  • 12 Desember 2017 | 11:42 WIB

    Piala Presiden 2018 Diperkirakan Digelar Awal Januari

    BANDUNG, BERITABANDUNG.COM -- Piala Presiden 2018 diperkirakan akan digelar awal Januari 2018. Hal itu diungkapkan Ketua Steering Committee Piala Presiden 2018, Maruarar Sirait. Ia mengungkapkan dirinya sudah meminta waktu kepada Presiden ...

  • @ 2013 beritabandung.com