BERITABANDUNG


  • 23 Februari 2018 | 07:25 WIB

Rehabilitasi Citarum, Jokowi Akan Pantau 3 Bulan Sekali

Editor: Yatti Chahyati


 Rehabilitasi Citarum, Jokowi Akan Pantau 3 Bulan Sekali
PRESIDEN RI - Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) mendampingi Presiden RI Joko Widodo melakukan penanaman pohon di area hulu sungai Citarum tepatnya di lahan milik PTPN di desa Tarumajaya, Kertasari Kabupaten Bandung, Kamis (22/2/2018). (ist)

BANDUNG, BERITABANDUNG.COM -- Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) mendampingi Presiden RI Joko Widodo melakukan penanaman pohon di area hulu sungai Citarum tepatnya di lahan milik PTPN di desa Tarumajaya, Kertasari Kabupaten Bandung, Kamis (22/2/2018), yang menandakan dimulainya rehabilitasi daerah aliran sungai Citarum. Turut hadir dan menanam, Menteri LHK Siti Nurbaya, Menteri PU-Pera Basuki Hadi Muldjono, dan Bupati Bandung Dadang Naser.

Jokowi begitu tiba di lokasi langsung menanam pohon manglid yang memiliki karakter kayu halus, padat dan kuat. Pangdam III Siliwangi dan Kapolda Jabar beserta 3 ribu masyarakat desa pun turut ambil bagian dalam penanaman 18 ribu bibit pohon dari total 293 ribu bibit yang sudah tergelar, dengan target 125 juta pohon di hulu sungai Citarum. Jenis pohon yang ditanam berupa pohon ekologis dan ekonomis, seperti kopi, teh, pohon damar, manglid, puspa, rasamala, saninten dan pohon endemik setempat.

Dihadapan media Jokowi mengatakan, rehabilitasi sungai Citarum dari hulu, tengah hingga hilir merupakan pekerjaan besar dan panjang yang membutuhkan waktu penyelesaian sekitar 7 tahun sampai sumber air  Citarum ini dapat dirasakan manfaatnya oleh 28 juta warga Jabar dan DKI Jakarta.

"Sudah kita hitung bahwa pekerjaan besar ini dari hulu tengah hilir akan bisa selesai dalam 7 tahun," ujar Presiden.

Untuk memastikan rehabilitasi berjalan lancar, Presiden Jokowi akan memantau langsung pengerjaan secara rutin setiap tiga sampai enam bulan sekali.

"Akan saya lihat secara rutin mungkin bisa per tiga bulan atau per enam bulan untuk memastikan bahwa program ini betul-betul berjalan. Saya lihat sudah mulai disini diberikan lahan oleh PTPN 980 hektar untuk persemaian, untuk ditanami dan untuk relokasi, kemudian Perhutani juga memberikan lahannya yang kita harapkan segera bisa kita hijaukan kembali," terangnya.

Menurut Jokowi, rehabilitasi bukan hanya dilakukan di hulu sungai saja tetapi terintegrasi di tengah hingga hilirnya seperti penanganan polusi dan limbah industri. Rehablilitasi sendiri dilakukan gotong royong melibatkan, pemerintah pusat, provinsi, Kabupaten dan Kota.

"Semuanya akan dikerjakan secara terintegrasi oleh pemerintah pusat, semua Kementerian yang terlibat, Provinsi, kota Kabupaten dan yang paling penting wilayah Kodam III Siliwangi dan Polda Jabar, semua dikerjakan secara bergotong royong untuk rehabilitasi DAS Citarum ini," ujar Jokowi.

Usai melalukan penanaman, Presiden Jokowi beserta rombongan memantau kondisi situ Cisanti atau titik nol kilometer sungai Citarum. Dalam kesempatan tersebut Jokowi melakukan pelepasliaran 2 ekor burung elang jawa secara simbolis. Dilanjutkan dengan berdialog bersama perwakilan warga yang tinggal di DAS Citarum di area bale sawala.

"Memang sudah lama sungai Citarum ini kurang kita urus tapi dengan mengucap Bismillah bulan Februari ini kita jadikan momentum untuk memulai kerja besar ini," tekad Jokowi.

Gubernur Jabar Ahmad Heryawan (Aher) menuturkan, pencanangan rehabilitasi ini akan menjadi payung hukum dalam pelaksanaan program dan kegiatan secara terintegrasi di sepanjang DAS Citarum. Menurutnya, penanganan sungai Citarum memerlukan sinergitas antara pemerintah pusat dan daerah. Sebab, sungai Citarum sepanjang 269 Km yang mengalir di 12 wilayah administrasi ini telah menjadi sumber penghidupan bagi 28 juta masyarakat.

"Sungai Citarum punya peran sangat strategis, selain untuk irigasi pertanian seluas 420 ribu hektar juga menjadi urat nadi 28 juta masyarakat. Kalau tidak sinergis apapun programnya Citarum akan tetap seperti ini," tuturnya.

Pemprov Jabar sendiri sudah banyak membuat program dan kegiatan untuk menanggulangi pencemaran dan kerusakan Citarum. Seperti gerakan Citarum Bergetar dan diteruskan dengan gerakan Citarum Bestari. Kini pemerintah pusat memberikan perhatian penuh dengan melibatkan semua pihak melalui pendekatan struktural, non struktural dan kultural.

"Ternyata apa yang kita lakukan mendapat perhatian dari Presiden dengan penanggulangan pencemaran kerusakan DAS Citarum. Tujuannya agar penanganan Citarum dapat diselesaikan oleh semua level pemerintahan maupun seluruh masyarakat dari hulu hingga hilir," ujarnya. (*)


Label: #


Berita Terkait

  • Nasional
    07 Agustus 2018 | 22:30 WIB

    Korban Gempa Lombok Bertambah

    LOMBOK, BERITABANDUNG.COM -- Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana Willem Rampangilei mengungkapkan jumlah korban meninggal akibat gempa bumi di Lombok, yang terdata hingga Selasa pukul 12.00 Wita mencapai 108 orang. "Sedangkan korban ...

  • Nasional
    12 Juli 2018 | 21:25 WIB

    Jodoh Tegaskan Dukungan Pertama untuk Jokowi-Moeldoko

    BANDUNG, BERITABANDUNG. COM -- Relawan Jokowi Moeldoko Hebat atau Jodoh terus memberikan dukungannya untuk Jokowi dan Moeldoko sebagai Capres dan Cawaprea 2019. Dan kali ini Jodoh menggelar dukungan di Bandung, ...

  • Nasional
    26 Juni 2018 | 20:48 WIB

    Nyoblos, 27 Juni Jadi Hari Libur Nasional

    BANDUNG, BERITABANDUNG.COM —Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat langsung menindaklanjuti Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 15 Tahun 2018 terkait hari pencoblosan Pilkada Serentak 2018 sebagai libur nasional. Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Iwa ...

  • Nasional
    02 Mei 2018 | 15:33 WIB

    Menristekdikti Jadi Pembina Upacara Peringatan Hari Pendidikan Nasional di Unpad

    BANDUNG, BERITABANDUNG.COM -- Universitas Padjadjaran menjadi tuan rumah penyelenggaraan upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2018 Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi. Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan RI Prof. Mohamad ...

  • Nasional
    28 April 2018 | 10:55 WIB

    Batasan Jabatan Presiden-Wakil Presiden Dua Periode Digugat Ke MK

    JAKARTA, BERITABANDUNG.COM -- Batasan jabatan presiden dan wakil presiden selama dua periode yang diatur dalam UU Nomor 7/2017 tentang Pemilihan Umum digugat ke Mahkamah Konstitusi. Tiga pemohon pengujian UU Pemilu ini ...


Berita Lainnya

  • 21 April 2018 | 21:59 WIB

    Pasteur Bandung Lautan Air, BPBD Minta Banjir Harus Segera Diatasi

    BANDUNG, BERITABANDUNG.COM -- Pasteur BTC Bandung jadi lautan air. Banjir kembali merendam daerah Pasteur Bandung setelah diguyur hujan lebat pada Sabtu (21/4/2018) sore. Jalan di kawasan Pasteur BTC berubah menjadi ...

  • 16 Maret 2018 | 18:17 WIB

    Akhir Pekan, ITB Gelar Integrated Career Days

    BANDUNG, BERITABANDUNG.COM -- Sebanyak 45 perusahaan akan hadir dalam bursa kerja Institut Teknologi Bandung (ITB) Integrated Career Days pada 17-18 Maret 2018. Acara tersebut akan berlangsung di Aula Barat dan ...

  • 08 Maret 2018 | 10:48 WIB

    Pengawasan Proyek Lancar, PDAM Tirtawening Kota Bandung Beri Pengharaan ke TP4D

    BANDUNG, BERITABANDUNG.COM -- Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtawening Kota Bandung memberikan penghargaan terhadap Tim Pengawalan, Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejari Bandung. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi ...

  • 14 Desember 2017 | 10:42 WIB

    Kadisdik Kota Bandung Minta Sekolah Periksa Buku Terbitan Yudistira

    BANDUNG, BERITABANDUNG. COM - - Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Elih Sudiapermana meminta sekolah dasar khususnya guru sekolah kelas VI untuk memeriksa buku pelajaran terbitan Yudistira.  Hal itu sehubungan dengan adanya ...

  • 12 Desember 2017 | 11:42 WIB

    Piala Presiden 2018 Diperkirakan Digelar Awal Januari

    BANDUNG, BERITABANDUNG.COM -- Piala Presiden 2018 diperkirakan akan digelar awal Januari 2018. Hal itu diungkapkan Ketua Steering Committee Piala Presiden 2018, Maruarar Sirait. Ia mengungkapkan dirinya sudah meminta waktu kepada Presiden ...

  • @ 2013 beritabandung.com