BERITABANDUNG


  • 01 Maret 2018 | 11:35 WIB

Aher Temui Warga Cirebon yang Terdampak Banjir

Editor: Yatti Chahyati


 Aher Temui Warga Cirebon yang Terdampak Banjir
PEMPROV JABAR - Gubernur Jabar saat mengujungi warga terdampak banjir di RW 09 Kesunean Selatan, Kelurahan Kasepuhan, Kecamatan Lemah Wungkuk, Kota Cirebon, beberapa waktu lalu. (ist)

BANDUNG, BERITABANDUNG.COM -- Kawasan perkampungan warga RW 09 Kesunean Selatan, Kelurahan Kasepuhan, Kecamatan Lemah Wungkuk, Kota Cirebon sempat tergenang banjir beberapa waktu lalu. Ada beberapa faktor penyebabnya, baik itu faktor alamiah dan nonalamiah.

Ditemui saat meninjau korban banjir RW 09 Kesunean Selatan, Kelurahan Kasepuhan, Kecamatan Lemah Wungkuk, Kota Cirebon, Selasa (27/2/18), Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) menjelaskan faktor curah hujan tinggi menjadi salah satu penyebabnya. Selain ada faktor lain, yaitu kesalahan manusia.

"Salah satu penyebabnya alamiah karena musim hujan, curah hujan tinggi. Disaat yang sama juga kita harus mengevaluasi juga keseluruhan penyebabnya, supaya kalau kita selesaikan maka paling tidak, tidak ada faktor kesalahanan manusia," kata Aher didampingi Pjs. Walikota Cirebon Dedi Taufik, dalam siaran persnya, Kamis (1/3/2018).

Aher mengatakan bahwa curah hujan di Cirebon sekitarnya berada pada level tinggi saat ini. Apabila curah hujan di level 30-35 mililiter per detik, sudah termasuk kategori hujan lebat. Namun, kondisi yang terjadi saat ini curah hujannya mencapai 237 mililiter per detik. Ini bisa diartikan hujan untuk satu bulan diguyur dalam waktu hitungan hari atau seminggu.

"Karena hujan itu sudah termasuk hujan ngagebret (hujan lebat) kalau sudah masuk ke 30 sampai dengan 35 mililiter per detik. Tapi ini kan sudah 237 mililiter per detik, bayangkan. Jadi hujan untuk sebulan diempatharikan atau diseminggukan, itu persoalannya," jelas Aher.

Tak hanya faktor alamiah, faktor kesalahan manusia dan nonstruktural juga jadi penyebab lain persoalan banjir. Pada kesempatan ini, Aher meminta masyarakat agar tetap bisa menjaga lingkungan alam, seperti tidak buang sampah sembarangan atau ke sungai. Selian itu, normalisasi daerah aliran sungai juga penghijauan kembali kawasan hutan mutlak harus terus dilakukan. Untuk itu, Aher meminta kepada jajarannya serta pihak kabupaten/kota terkait terus berkoordinasi.

"Pada saat yang sama juga secara tegas nonstruktural, yaitu penghijauan hutan. Meskipun kalau saya sebut penghijauan hutan Kuningan itu sudah hijau kawasan hutannya, tapi harus lebih dihijaukan lagi," pinta Aher.

"Yang kedua, embung-embung perlu dipelihara terus. Dan yang ketiga, badan sungai pun perlu dinormalisasi. Termasuk perilaku buang sampah yang masih terjadi di masyarakat, sehingga buang sampah pun menjadi bagian dari penyebab banjir. Karena akhirnya sungai kan yang harusnya luas dan lebar, tapi mampet gara-gara sampah, lalu airnya meluap dan terjadi banjir," pungkasnya.

Sumarni (19), salah satu warga RW 09 Kesunean Selatan, Kelurahan Kasepuhan, Kecamatan Lemah Wungkuk, Kota Cirebon mengatakan banjir yang terjadi di rumahnya mencapai kedalaman lutut orang dewasa. Banjir ini kiriman dari Kuningan dan sudah terjadi hampir sebulan. Namun, kondisi saat ini sudah surut.

"Senin kemarin masih (banjir). Banjirnya kiriman dari Kuningan. Sudah hampir sebulan ini banjirnya," tukas Sumarni.

Sementara itu, ditemui ditempat yang sama, Kepala BPBD Kota Cirebon Agung Sedijono mengungkapkan, bahwa banjir Cirebon terjadi karena luapan sungai dan rob. Sementara jumlah warga terdampak di RW 9 Kesunean Selatan, Kelurahan Kasepuhan, Kecamatan Lemah Wungkuk berjumlah tiga RT terendam dengan jumlah 90 kk atau 400-an jiwa.

"Banjirnya karena hujan lebat, rob, dan di sungai banyak hambatan. Dan terlalu lebat hujan di hulu," ujar Agung.

Saat ditanya mengenai bantuan, Agung mengaku Pemkot Cirebon melalui Dinas Sosial telah koordinasi lewat bantuan bencana. Karena jumlah titik rawan banjir di Cirebon bertambah, secara keseluruhan jumlah kk terdampak mencapai 500 kk dengan jumlah mencapai 2.500-an jiwa.

"Bantuan pemkot sedang diproses. Tapi kalau dari CSR BJB tadi kirim 500 pax. Di RW 9 tadi akan kita salurkan dalam waktu cepat," akui Agung.

Agung menambahkan, Kota Cirebon per 1 Desember 2017-31 Mei 2018 telah berstatus Siaga Darurat Bencana. Diperkirakan intensitas hujan masih akan tinggi hingga akhir Maret. "Sekarang juga bisa dibilang puncak (musim hujan) menurut BMKG," ungkap Agung.

Terkait banjir ini, Pemkot dan Pemkab Cirebon juga Pemkab Kuningan telah rapat koordinasi. Hasilnya mereka sepakat akan bekerjasama melalukan normalisasi sungai.

"Kemarin sudah rapat koordinasi Pemkab Kuningan, Kabupaten dan Kota Cirebon. Kita sudah bersepakat masing-masing berbuat sesuatu. Terutama BBWS Cimanuk. Mereka punya program jangka pendek untuk pembukaan sumbatan. Jadi sungai-subgai yang jadi wewenangnya akan dilakukan pembersihan. Tentu sesuai anggaran yang ada. PU Kota juga lakukan pembersihan, karena di aliran sungai ini sampah, dan lain-lain," papar Agung. (*)


Label: #


Berita Terkait

  • Jawa Barat
    07 Juli 2018 | 19:02 WIB

    Awas! Cemari Citarum Bisa Dikenai Pasal Korupsi

    BANDUNG, BERITABANDUNG.COM -- Pemerintah Daerah Provinsi Jawa Barat telah berkoordinasi dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) RI terkait penanganan pencemaran Sungai Citarum. Bagi mereka para pelaku pencemaran bisa terkena pasal tindak ...

  • Jawa Barat
    26 Juni 2018 | 20:37 WIB

    Pj Gubernur Jabar Jamin TPS se-Jabar Siap Gelar Pilkada

    BANDUNG, BERITABANDUNG.COM -- Penjabat Gubernur Jawa Barat H. Mochamad Iriawan didampingi Sekda dan KPU Jabar melakukan video conference dengan seluruh desk Pilkada Kabupaten dan Kota se-Jabar yang terdiri dari KPU, ...

  • Jawa Barat
    26 Juni 2018 | 20:27 WIB

    Tak Layak, 33.125 Surat Suara Dihancurkan

    BANDUNG, BERITABANDUNG.COM -- Sebanyak 33.125 lembar surat suara untuk Pilgub Jabar yang rusak, dicacah di percetakan Gramedia Cikarang Selatan, Bekasi, Selasa (26/6). Pencacahan dikerjakan lima petugas percetakan dengan menggunakan sebuah mesin. ...

  • Jawa Barat
    23 Juni 2018 | 18:13 WIB

    Empat Paslon Gubernur Jabar Kompak Ajak Warga Tak Golput

    BANDUNG, BERITABANDUNG.COM – Empat pasangan calon gubernur Jawa Barat (Paslon Gubjabar) mengajak warga Jawa Barat untuk tidak golput. Pernyataan sikap keepat paslon itu diutarakan dalam debat terakhir Barat di Sudirman ...

  • Jawa Barat
    21 Juni 2018 | 21:53 WIB

    Pemprov Jabar Tinggal Tunggu Pusat Tol Bandung-Tasik

    BANDUNG, BERITABANDUNG.COM -- Pemerintah Provinsi Jawa Barat kembali mendorong Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat memulai proyek tol Bandung-Tasikmalaya. Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Barat Iwa Karniwa mengatakan pekan lalu pihaknya sudah ...


Berita Lainnya

  • 21 April 2018 | 21:59 WIB

    Pasteur Bandung Lautan Air, BPBD Minta Banjir Harus Segera Diatasi

    BANDUNG, BERITABANDUNG.COM -- Pasteur BTC Bandung jadi lautan air. Banjir kembali merendam daerah Pasteur Bandung setelah diguyur hujan lebat pada Sabtu (21/4/2018) sore. Jalan di kawasan Pasteur BTC berubah menjadi ...

  • 16 Maret 2018 | 18:17 WIB

    Akhir Pekan, ITB Gelar Integrated Career Days

    BANDUNG, BERITABANDUNG.COM -- Sebanyak 45 perusahaan akan hadir dalam bursa kerja Institut Teknologi Bandung (ITB) Integrated Career Days pada 17-18 Maret 2018. Acara tersebut akan berlangsung di Aula Barat dan ...

  • 08 Maret 2018 | 10:48 WIB

    Pengawasan Proyek Lancar, PDAM Tirtawening Kota Bandung Beri Pengharaan ke TP4D

    BANDUNG, BERITABANDUNG.COM -- Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtawening Kota Bandung memberikan penghargaan terhadap Tim Pengawalan, Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejari Bandung. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi ...

  • 14 Desember 2017 | 10:42 WIB

    Kadisdik Kota Bandung Minta Sekolah Periksa Buku Terbitan Yudistira

    BANDUNG, BERITABANDUNG. COM - - Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Elih Sudiapermana meminta sekolah dasar khususnya guru sekolah kelas VI untuk memeriksa buku pelajaran terbitan Yudistira.  Hal itu sehubungan dengan adanya ...

  • 12 Desember 2017 | 11:42 WIB

    Piala Presiden 2018 Diperkirakan Digelar Awal Januari

    BANDUNG, BERITABANDUNG.COM -- Piala Presiden 2018 diperkirakan akan digelar awal Januari 2018. Hal itu diungkapkan Ketua Steering Committee Piala Presiden 2018, Maruarar Sirait. Ia mengungkapkan dirinya sudah meminta waktu kepada Presiden ...

  • @ 2013 beritabandung.com