BERITABANDUNG


  • 09 Maret 2018 | 22:05 WIB

Pemberi Rokok Ke Orang Utan Mengaku Menyesal

Editor: Yatti Chahyati


 Pemberi Rokok Ke Orang Utan Mengaku Menyesal
KRIMINAL - Jumpress pemberi rokok kepada orang utan di Kebun Binatang Bandung, di Mapolrestabes Bandung, Jumat (9/3/2018). (antara)

BANDUNG, BERITABANDUNG.COM -- Pengunjung yang memberi rokok ke orang utan di Kebun Binatang Bandung berinisial DJ (27) mengaku menyesal dan meminta maaf atas perbuatan tidak terpujinya tersebut.

"Saya menyesal dan minta maaf kepada manajemen dan warga seluruh Indonesia khususnya warga Kota Bandung dan pencinta hewan seluruh Indonesia. Saya minta maaf yang sebesar-besarnya," ujar DJ di Mapolrestabes Bandung, Jumat.

DJ mengatakan, ia tidak menyangka terdapat video yang merekam jelas aktifitasnya saat memberikan rokok ke orang utan. Ia pun tidak menyangka, video tersebut akan ramai diperbincangkan di media sosial.

"Saya tahu dari tetangga kalau ada berita saya," kata dia.

DJ menceritakan, awalnya ia datang bersama anak dan istrinya untuk berlibur ke Kebun Binatang Bandung pada Minggu (4/3). Saat berada di kandang orang utan, dalam benaknya tak terbesit sedikitpun untuk melakukan hal yang tidak wajar tersebut.

Saat ia menyalakan rokok, orang utan yang melihat hal itu menjulurkan tangannya seolah meminta rokok kepada DJ.

"Dia (orang utan) menjulurkan tangannya kaya yang meminta. Refleks langsung nyalain rokok dan melempar," kata dia.

Saat berita itu muncul diberbagai media massa, ia pun langsung berinisiatif untuk menanyakan kasus tersebut ke Polsek Cimahi dan diarahkan untuk mendatangi pihak kebun binatang.

"Saya sama istri dan anak datang ke kebun binatang, meminta maaf. Terus saya dibawa ke sini," kata dia.

Ia mengaku sangat menyesali perbuatan tak terpujinya tersebut, serta akan menjadikan kasus ini sebagai pelajaran berharga terutama dalam menjaga keberadaan satwa khususnya yang dilindungi.

Sementara itu, Kapolrestabes Bandung, Kombes Pol Hendro Pandowo mengatakan, perbuatan DJ telah melanggar Pasal 302 KUHP tentang penganiyaan terhadap satwa dan diancam hukuman tiga bulan penjara.

Meski pelaku telah menyerahkan diri dan kasus tetap berlanjut, namun status DJ tidak akan ditahan. (antara)


Label: #


Berita Terkait


Berita Lainnya

  • 21 April 2018 | 21:59 WIB

    Pasteur Bandung Lautan Air, BPBD Minta Banjir Harus Segera Diatasi

    BANDUNG, BERITABANDUNG.COM -- Pasteur BTC Bandung jadi lautan air. Banjir kembali merendam daerah Pasteur Bandung setelah diguyur hujan lebat pada Sabtu (21/4/2018) sore. Jalan di kawasan Pasteur BTC berubah menjadi ...

  • 16 Maret 2018 | 18:17 WIB

    Akhir Pekan, ITB Gelar Integrated Career Days

    BANDUNG, BERITABANDUNG.COM -- Sebanyak 45 perusahaan akan hadir dalam bursa kerja Institut Teknologi Bandung (ITB) Integrated Career Days pada 17-18 Maret 2018. Acara tersebut akan berlangsung di Aula Barat dan ...

  • 08 Maret 2018 | 10:48 WIB

    Pengawasan Proyek Lancar, PDAM Tirtawening Kota Bandung Beri Pengharaan ke TP4D

    BANDUNG, BERITABANDUNG.COM -- Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtawening Kota Bandung memberikan penghargaan terhadap Tim Pengawalan, Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejari Bandung. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi ...

  • 14 Desember 2017 | 10:42 WIB

    Kadisdik Kota Bandung Minta Sekolah Periksa Buku Terbitan Yudistira

    BANDUNG, BERITABANDUNG. COM - - Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Elih Sudiapermana meminta sekolah dasar khususnya guru sekolah kelas VI untuk memeriksa buku pelajaran terbitan Yudistira.  Hal itu sehubungan dengan adanya ...

  • 12 Desember 2017 | 11:42 WIB

    Piala Presiden 2018 Diperkirakan Digelar Awal Januari

    BANDUNG, BERITABANDUNG.COM -- Piala Presiden 2018 diperkirakan akan digelar awal Januari 2018. Hal itu diungkapkan Ketua Steering Committee Piala Presiden 2018, Maruarar Sirait. Ia mengungkapkan dirinya sudah meminta waktu kepada Presiden ...

  • @ 2013 beritabandung.com