BERITABANDUNG


  • 12 Maret 2018 | 12:33 WIB

Satelit Cina Jatuh Bisa Sampai di Indonesia, Ini Penjelasan LAPAN

Editor: Yatti Chahyati


 Satelit Cina Jatuh Bisa Sampai di Indonesia, Ini Penjelasan LAPAN
SATELIT - ilustrasi

JAKARTA, BERITABANDUNG.COM -- Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Thomas Djamaluddin mengatakan jatuhnya stasiun luar angkasa milik China bernama Tiangong-1 tidak dapat dicegah, hanya perlu diwaspadai potensi bahayanya.

Bahkan diprediksi salah runtuhan satelit milik Cina itu jatuh di kawasan Indonesia, meski tidak bisa dipastikan letk jatuhnya dimana.

"Tidak bisa dicegah. Yang bisa dilakukan hanya memantau dan mengantisipasi potensi bahayanya," kata Thomas kepada Antara di Jakarta. kemarin

Ia menegaskan kemungkinan untuk jatuh ke pemukiman sangat kecil. "Jadi jangan berandai-andai yang berpotensi meresahkan," kata Thomas.

Terkait sisa bahan bakar Tiangong-1 yang masih tersisa, ia mengatakan bahan bakar roket kendali dari stasiun atau pesawat luar angkasa memang berisi Hydrazine dan biasanya tersimpan pada tabung yang sangat kuat.

Thomas menyebutkan kemungkinan tabung tersebut tidak habis terbakar saat jatuh memasuki atmosfer bumi.

"Hydrazine memang sangat beracun, jadi itu salah satu objek yang harus diwaspadai kalau masih tersisa di tabungnya saat jatuh," lanjut Thomas.

Ia mengatakan pihaknya terus memantau jatuhnya stasiun luar angkasa China Tiangong-1 yang diprediksi badan keantariksaan berbagai negara akan mencapai bumi dalam hitungan beberapa minggu ke depan.

Meski demikian, Thomas mengatakan ketidakpastian waktu dan lokasi serpihan stasiun luar angkasa berbobot 8,5 ton tersebut menghantam bumi masih besar. Karenanya hingga kini LAPAN belum memberikan penjelasan kepada publik.

Ia menambahkan kejatuhan objek antariksa sudah beberapa kali terjadi sehingga tidak perlu dikhawatirkan.

Meski demikian Profesor Riset Astronomi-Astrofisika itu mengatakan probabilitas jatuhnya wahana antariksa milik China yang sudah lepas kendali sejak 2016 ke pemukiman sangat kecil. Namun demikian, masyarakat tetap perlu memiliki kewaspadaan.

Menurut dia, semua negara antara lintang 43 derajat utara sampai lintang 43 selatan berpotensi terkena serpihan Tiangong-1, termasuk Indonesia. Namun karena wilayah yang tidak berpenghuni seperti lautan, hutan dan gurun jauh lebih luas dari wilayah pemukiman maka dirinya menegaskan probabilitas jatuh di wilayah pemukiman sangat kecil. (antara)


Label: #


Berita Terkait

  • Dunia
    21 Mei 2018 | 02:07 WIB

    Ini Dia Penampakan Sertifikat UGG untuk Ciletuh Palabuanratu

    BANDUNG, BERITABANDUNG.COM -- Sertifikat Unesco Global Geoparks(UGG) bagi Ciletuh-Palabuhanratu telah terbit. General Director of Unesco, Audrey Azoulay, menandatangani langsung sertifikat  tersebut. Dengan demikian lengkap sudah legatlitas Geopark Ciletuh-Palabuhanratu, Kab. Sukabumi, ...

  • Dunia
    07 Mei 2018 | 09:27 WIB

    Kunjungi Tahura, Gubernur Gyeongsangbuk-Do Sebut Seperti Surga Bumi

    BANDUNG, BERITABANDUNG.COM -- Gubernur Gyeongsangbuk-Do, Korea Selatan, Mr. Kim Kwan-yong berkunjung ke Provinsi Jawa Barat. Kunjungan ini dilakukan dalam rangka memperluas hubungan kerjasama dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Disela-sela kunjungan empat ...

  • Dunia
    04 April 2018 | 08:17 WIB

    Kantor Pusat Youtube Diberondong Tembakan, Tiga Luka, Seorang Tewas

    CALIFORNIA, BERITABANDUNG.COM -- Seorang wanita menembaki kantor pusat YouTube dekat San Francisco, Selasa waktu setempat, sehingga melukai paling sedikit tiga orang sebelum si wanita menembak dirinya sendiri. Begitu diberondong tembakan, para ...

  • Dunia
    04 April 2018 | 07:10 WIB

    Kantor Pusat Youtube Diberondong Tembakan, Tiga Luka, Seorang Tewas

    CALIFORNIA, BERITABANDUNG.COM -- Seorang wanita menembaki kantor pusat YouTube dekat San Francisco, Selasa waktu setempat, sehingga melukai paling sedikit tiga orang sebelum si wanita menembak dirinya sendiri. Begitu diberondong tembakan, para ...

  • Dunia
    14 Maret 2018 | 15:33 WIB

    Ilmuan Inggris Stephen Hawking Meninggal Dunia

    BANDUNG, BERITABANDUNG.COM -- Fisikawan agung asal Inggris, Profesor Stephen Hawking, meninggal dunia di Cambridge dalam usia 76 tahun. Dikutip dari laman The Telegraph, pakar fisika kuantum itu meninggal dunia dalam damai ...


Berita Lainnya

  • 21 April 2018 | 21:59 WIB

    Pasteur Bandung Lautan Air, BPBD Minta Banjir Harus Segera Diatasi

    BANDUNG, BERITABANDUNG.COM -- Pasteur BTC Bandung jadi lautan air. Banjir kembali merendam daerah Pasteur Bandung setelah diguyur hujan lebat pada Sabtu (21/4/2018) sore. Jalan di kawasan Pasteur BTC berubah menjadi ...

  • 16 Maret 2018 | 18:17 WIB

    Akhir Pekan, ITB Gelar Integrated Career Days

    BANDUNG, BERITABANDUNG.COM -- Sebanyak 45 perusahaan akan hadir dalam bursa kerja Institut Teknologi Bandung (ITB) Integrated Career Days pada 17-18 Maret 2018. Acara tersebut akan berlangsung di Aula Barat dan ...

  • 08 Maret 2018 | 10:48 WIB

    Pengawasan Proyek Lancar, PDAM Tirtawening Kota Bandung Beri Pengharaan ke TP4D

    BANDUNG, BERITABANDUNG.COM -- Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtawening Kota Bandung memberikan penghargaan terhadap Tim Pengawalan, Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejari Bandung. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi ...

  • 14 Desember 2017 | 10:42 WIB

    Kadisdik Kota Bandung Minta Sekolah Periksa Buku Terbitan Yudistira

    BANDUNG, BERITABANDUNG. COM - - Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Elih Sudiapermana meminta sekolah dasar khususnya guru sekolah kelas VI untuk memeriksa buku pelajaran terbitan Yudistira.  Hal itu sehubungan dengan adanya ...

  • 12 Desember 2017 | 11:42 WIB

    Piala Presiden 2018 Diperkirakan Digelar Awal Januari

    BANDUNG, BERITABANDUNG.COM -- Piala Presiden 2018 diperkirakan akan digelar awal Januari 2018. Hal itu diungkapkan Ketua Steering Committee Piala Presiden 2018, Maruarar Sirait. Ia mengungkapkan dirinya sudah meminta waktu kepada Presiden ...

  • @ 2013 beritabandung.com