BERITABANDUNG


  • 13 Maret 2018 | 10:07 WIB

Pasangan DM4Jabar Pastikan Tidak Ada Politik Balas Budi ala Sponsor

Editor: Yatti Chahyati


 Pasangan DM4Jabar Pastikan Tidak Ada Politik Balas Budi ala Sponsor
PILGUB JABAR - debat kandidat Pilgub Jabar di Sasana Budaya Ganesha, Kota Bandung, Senin (12/3/2018). (ist)

BANDUNG, BERITABANDUNG.COM -- Calon Wakil Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memastikan pasangan DM4Jabar tidak melakukan politik balas budi kepada sponsor. Terlebih, tidak ada sponsor politik yang membiayai kegiatan kampanye pasangan calon ini.

Hal itu disampaikan dalam acara debat kandidat Pilgub Jabar di Sasana Budaya Ganesha, Kota Bandung, Senin (12/3/2018).

Mantan Bupati Purwakarta dua periode tersebut mengatakan politik balas budi sangat bisa dihindari. Caranya, dengan tidak melibatkan peran swasta yang memiliki kepentingan politik terhadap daerah Jawa Barat.

"Kita bisa menjauhi politik balas budi asal dalam proses politik, jangan melibatkan peran swasta. Kita tidak boleh mengajak sponsor yang memiliki kepentingan terhadap wilayah Jawa Barat," katanya.

Menurut Dedi Mulyadi, seorang pejabat publik harus berangkat dari proses kaderisasi politik dan sosial baik di internal kader maupun masyarakat. Hal ini agar, saat nanti menjabat, dirinya tidak tersandera oleh kepentingan lain selain kepentingan masyarakatnya.

"Kalau seorang pejabat itu berangkat dari soliditas relawan dan kader, maka kita bekerja untuk kemajuan masyarakat. Ini berbeda halnya dengan seseorang yang maju dalam kontestasi politik atas keinginan sponsor. Tentu saat menjabat, akan ikut kepentingan sponsor," ujarnya.

Program pro rakyat menurut dia, akan terganggu efektivitasnya saat tangan-tangan jahil sponsor mulai bermain. Bahkan, keberlangsungan program tidak akan menuai kesuksesan ketika didasarkan pada asas hutang budi.

"Aplikasi atau sistem online memang akan bermanfaat. Tetapi, apabila kita memiliki hutang budi kepada pihak berkepentingan, semua itu akan percuma," tegasnya.

Pasangan DM4Jabar yang dihuni oleh Deddy Mizwar dan Dedi Mulyadi memang bukan pasangan bonafid secara finansial. Hal ini terbukti dari dana awal kampanye yang mereka laporkan ke KPU Jawa Barat yakni sebesar Rp750 Juta saja. (tie)


Label: #


Berita Terkait


Berita Lainnya

  • 21 April 2018 | 21:59 WIB

    Pasteur Bandung Lautan Air, BPBD Minta Banjir Harus Segera Diatasi

    BANDUNG, BERITABANDUNG.COM -- Pasteur BTC Bandung jadi lautan air. Banjir kembali merendam daerah Pasteur Bandung setelah diguyur hujan lebat pada Sabtu (21/4/2018) sore. Jalan di kawasan Pasteur BTC berubah menjadi ...

  • 16 Maret 2018 | 18:17 WIB

    Akhir Pekan, ITB Gelar Integrated Career Days

    BANDUNG, BERITABANDUNG.COM -- Sebanyak 45 perusahaan akan hadir dalam bursa kerja Institut Teknologi Bandung (ITB) Integrated Career Days pada 17-18 Maret 2018. Acara tersebut akan berlangsung di Aula Barat dan ...

  • 08 Maret 2018 | 10:48 WIB

    Pengawasan Proyek Lancar, PDAM Tirtawening Kota Bandung Beri Pengharaan ke TP4D

    BANDUNG, BERITABANDUNG.COM -- Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtawening Kota Bandung memberikan penghargaan terhadap Tim Pengawalan, Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejari Bandung. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi ...

  • 14 Desember 2017 | 10:42 WIB

    Kadisdik Kota Bandung Minta Sekolah Periksa Buku Terbitan Yudistira

    BANDUNG, BERITABANDUNG. COM - - Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Elih Sudiapermana meminta sekolah dasar khususnya guru sekolah kelas VI untuk memeriksa buku pelajaran terbitan Yudistira.  Hal itu sehubungan dengan adanya ...

  • 12 Desember 2017 | 11:42 WIB

    Piala Presiden 2018 Diperkirakan Digelar Awal Januari

    BANDUNG, BERITABANDUNG.COM -- Piala Presiden 2018 diperkirakan akan digelar awal Januari 2018. Hal itu diungkapkan Ketua Steering Committee Piala Presiden 2018, Maruarar Sirait. Ia mengungkapkan dirinya sudah meminta waktu kepada Presiden ...

  • @ 2013 beritabandung.com