BERITABANDUNG


  • 27 April 2018 | 19:49 WIB

Hubungan 'Unik' Jawa Barat-Gyeongsangbuk-Do Segera Diresmikan

Editor: Yatti Chahyati


 Hubungan 'Unik' Jawa Barat-Gyeongsangbuk-Do Segera Diresmikan
PEMPROV JABAR - Gubernur Jabar Ahmad Heryawan di Korea, Jumat (27/4/2018) . (ist)

BANDUNG, BERITABANDUNG.COM -- Pemerintah Provinsi Jawa Barat berencana meresmikan hubungan kerjasama dengan Provinsi Gyeongsangbuk-Do, Korea Selatan.

Gubernur Jabar Ahmad Heryawan mengatakan meski sudah berjalan baik sejak 2010 lalu sejatinya hubungan kedua provinsi ini masih ganjil.

"Kami dulu merasa kerjasama biasa-biasa saja belum mendalam, tapi perkembangan demi perkembangan, atlet Jabar ke Gyeong, pelatih Gyeongsangbuk ke Jabar, jadi perannya susah dipisahkan," katanya dalam jamuan makan siang di rumah dinas Gubernur Gyeongsangbuk-Do Kim Kwan Yong, Jumat (27/4/2018) dalam siaran persnya kepada BeritaBandung.

Hubungan terasa ganjil mengingat biasanya Pemprov dengan provinsi lain di Asia atau Eropa menjalin kerjasama sister city atau sister province terlebih dahulu sebelum melangkah dalam bentuk kerjasama yang lebih teknis.

"Di sini terbalik, kerjasama dulu MoU-nya belum. Baru MoU  olahraga tapi belum sister province antara dua pemerintahan secara resmi. Sebagai adik saya meminta kepada kakaknya supaya kerjasama yang sudah resmi ditingkatkan menjadi kerjasama sister province," ujarnya dengan menyebut Gubernur Kim sebagai kakak.

Aher mengaku pihaknya sangat mengapresiasi dan terharu dengan sambutan Gubernur Kim dan jajarannya yang sangat luar biasa. Sejak tiba di provinsi tersebut untuk menerima gelar Doktor Honoris Causa dari Universitas Kyungwoon, Aher dan rombongan diperlakukan sangat istimewa oleh tuan rumah.

Mulai dari menggelar jamuan siang berbalut hiburan dan menu khas di rumah dinas yang dikatakan Kim--hanya dipakai mengundang tokoh spesial, kemudian Aher dan Netty Heryawan diboyong ke pemukiman kantor Gubernur dimana seluruh pegawai di sana sudah menunggu. Barisan para pemain alat musik menyenandungkan lagu-lagu Nasional hingga favorit Aher.

Setelahnya rombongan diajak memasuki gedung megah berasitektur kuno namun memiliki fasilitas modern. Ada galeri seni, inovasi ekonomi kreatif, robot dan ruang-ruang modern serba terbuka yang ditegaskan Kim untuk mendekatkan layanan publik pada masyarakat.

Belum cukup, Aher juga didaulat memberikan pidato dalam acara Welcome Reception Gyeongbuk Sport Festival ke-56 yang berlangsung megah dan meriah. "Kami dari Jabar sangat gembira, di luar dugaan perhatian Pemerintah Gyeongsangbuk-Do ke Jabar sangat luar biasa," katanya.

Di tempat yang sama Gubernur Kim Kwan Yong mengaku hubungan Indonesia-Korea Selatan yang sudah berjalan kuat 45 tahun ini mendorong pihaknya memberikan penghormatan pada Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan. "Apalagi jumlah penduduk Jawa Barat sama besarnya dengan jumlah penduduk Korea Selatan," tuturnya.

Kim menilai meski kerjasama antara Jabar dengan pihaknya baru sebatas bidang keolahragaan, namun komitmen Gubernur Jabar dalam memperhatikan masyarakatnya terlihat kuat. "Menurut saya, bapak sudah paham bagaimana mendorong masyarakat bersaing dalam dunia global ini. Saya menemui seorang gubernur yang memiliki wewenang dan komitmen kuat," ujarnya.

Pihaknya mengaku siap bekerjasama lebih jauh dengan Pemprov Jabar dimana rencananya pada 8 Mei mendatang dirinya akan datang ke Bandung. Gubernur Aher pun langsung menugaskan Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Jabar Eddy M Nasution dan Kepala Dinas Olahraga dan Pemuda Prov. Jabar Yudha Munajat Saputra untuk menyusun rencana kerjasama.

Eddy M Nasution menambahkan hubungan kerjasama antara dua provinsi ini masih tidak jauh dari olahraga. Namun pihaknya lebih membidik bagaimana perkembangan keolahragaan di Gyeongsangbuk melahirkan kesadaran civil society yang kuat. "Kerjasama tidak hanya soal olahraganya tapi memanfaatkan kerjasama ini untuk membangun masyarakat lewat event-event rutin," tuturnya.

Jabar menurutnya bisa belajar banyak dari format yang dikembangkan Gyeongsangbuk juga kota di negara lain yang berkembang setelah berhasil mengelola event olahraga yang mendorong keterlibatan penuh warga. "Contohnya Muenchen, Sao Paulo, Beijing, bahkan Seoul sendiri. Ini juga membawa dampak ekonomi," tegasnya. (*)


Label: #


Berita Terkait


Berita Lainnya

  • 21 April 2018 | 21:59 WIB

    Pasteur Bandung Lautan Air, BPBD Minta Banjir Harus Segera Diatasi

    BANDUNG, BERITABANDUNG.COM -- Pasteur BTC Bandung jadi lautan air. Banjir kembali merendam daerah Pasteur Bandung setelah diguyur hujan lebat pada Sabtu (21/4/2018) sore. Jalan di kawasan Pasteur BTC berubah menjadi ...

  • 16 Maret 2018 | 18:17 WIB

    Akhir Pekan, ITB Gelar Integrated Career Days

    BANDUNG, BERITABANDUNG.COM -- Sebanyak 45 perusahaan akan hadir dalam bursa kerja Institut Teknologi Bandung (ITB) Integrated Career Days pada 17-18 Maret 2018. Acara tersebut akan berlangsung di Aula Barat dan ...

  • 08 Maret 2018 | 10:48 WIB

    Pengawasan Proyek Lancar, PDAM Tirtawening Kota Bandung Beri Pengharaan ke TP4D

    BANDUNG, BERITABANDUNG.COM -- Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtawening Kota Bandung memberikan penghargaan terhadap Tim Pengawalan, Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejari Bandung. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi ...

  • 14 Desember 2017 | 10:42 WIB

    Kadisdik Kota Bandung Minta Sekolah Periksa Buku Terbitan Yudistira

    BANDUNG, BERITABANDUNG. COM - - Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Elih Sudiapermana meminta sekolah dasar khususnya guru sekolah kelas VI untuk memeriksa buku pelajaran terbitan Yudistira.  Hal itu sehubungan dengan adanya ...

  • 12 Desember 2017 | 11:42 WIB

    Piala Presiden 2018 Diperkirakan Digelar Awal Januari

    BANDUNG, BERITABANDUNG.COM -- Piala Presiden 2018 diperkirakan akan digelar awal Januari 2018. Hal itu diungkapkan Ketua Steering Committee Piala Presiden 2018, Maruarar Sirait. Ia mengungkapkan dirinya sudah meminta waktu kepada Presiden ...

  • @ 2013 beritabandung.com