BERITABANDUNG


  • 15 Mei 2018 | 11:07 WIB

Pengamat Lingkungan Unpad; Program Pengamanan Hasanah Solusi Untuk Citarum

Editor: Yatti Chahyati


 Pengamat Lingkungan Unpad; Program Pengamanan Hasanah Solusi Untuk Citarum
PENGAMAT - ilustrasi

BANDUNG, BERITABANDUNG.COM -- Guru Besar dan Pengamat Lingkungan Hidup Universitas Padjadjaran Chay Asdak mengutarakan program yang digulirkan pasangan Hasanuddin-Anton Amanah (Hasanah) untuk menyelesaikan berbagai persoalan lingkungan  di Jawa Barat khususnya persoalan Sungai Citarum dan Air sangat dan terukur dan realistis.

Hal itu disampaikan Chay usai menyaksikan Debat Kedua Calon Gubernur dan Calon Wakil Gubernur Jawa Barat, yang digelar KPU Jabar Senin (14/5) disebuah televisi nasional.

Chay memgutarakan, program Infrastruktur, Keamanan dan Lingungan (Turkamling) Hasanah sangat sederhana namun bisa konkrit direalisasikan untuk mengurangi banjir yang diakibatkan kondisi hulu Citarum dan pencemaran lingkungan yang dilakukan oleh ratusan perusahaan yang beroperasi dibantaran Sungai Citarum.

Menurut Chay setidaknya ada tiga masalah yang menyebabkan banjir, erosi dan kekurangan air yakni alih fungsi lahan, degradasi hutan dan pertanian tidak konservatif.

Alih fungsi lahan dari Kawasan Lindung menjadi Kawasan Budidaya (hotel/resort, pemukiman dam pertanian) sampai saat ini, ungkap Asdak sudah mencapai 30% dari RTRW.  Sementara isu pencemaran  dari sekitar 3.236 Pabrik Texstil, 90% tidak memiliki Instalasi Pengolah Air Limbah (IPAL).

Salah satu yang  digaris bawahi oleh Chay adalah keinginan Cagub Kang Hasan yang akan memodifikasi tanaman yang berada di hulu Citarum untuk mengurangi Sedimentasi.

"Untuk masyarakat petani di lahan miring harus mempertimbangan prinsip prinsip konservasi tanah dan air," jelas Chay lagi.

Petani mesti diberikan pemahaman,  tanaman yang menguntungkan dan penting keberlangsungan sungai adalah dengan tanaman yang bisa menahan air, misalnya pohon kopi.

"Dan agar masyarakat mau pemerintah harus memberikan insentif kepada mereka,” jelas Chay.

Chay yang mengambil gelar Phd di Jerman itu  menyoroti rencana pasangan yang diusung oleh Partai Indonesia Perjuangan (PDI) Perjuangan itu, dengan membuat saluran-saluran mata air untuk menahan debit air.

Seperti diketahui Pasangan Nomor Urut 2, Hasanah, dalam debat publik yang diikuti oleh seluruh empat Pasangan Calon Gubernur Jawa Barat, mengungkapkan keyakinannya mampu menyelesaikan persoalan lingkungan khususnya Citarum jika diamanahi untuk memimpin Jawa Barat.

Dalam persoalan Citarum, Kang Hasan mengklasifikasikan ke dalam 3 masalah yakni, masalah di Hulu, Tengah dan Hilir. 

Di Hulu pihaknya akan melibatkan masyarakat agar mau mengganti tanaman yang dianjurkan, yaitu tanaman yang mampu meresap air. 

Pasangan Hasanah juga akan melakukan reboisasi trerhadap titik titik yang dianggap kritis. Sementara di bagian tengah, bersama wakilnya, Anton Charliyan (Kang Anton) akan mengajak setiap masyarakat yang membuang sampah ke Citarum untuk mengelola sampah dengan baik.

"Juga melakukan penegakan hukum terhadap kelompok kelompok yang membuang limbah industry,” tegas Kang Hasan usai debat.

Sementara di bagian hilir Pasangan Hasanah ini memberikan jaminan nihil polusi dan debet air yang terjaga, khususnya di Danau Saguling, Cirata dan Jatiluhur. 

“Saat ini di Di Sungai Citarum terdapat 20.000 Ton sampah dan 2.800 Ton Limbah industri masuk setiap harinya. Sementara program program yang digulirkan Pemerintah Daerah Gagal,” jelas Kang Hasan. 

Purnawirawan Jenderal Angkatan Darat itu kemudian mencontohkan keterlibatan Pangdam Siliwangi dalam 3 bulan telah menunjukan hasil.

 “Artinya membutuhkan keberanian dan ketegasan dalam upaya menyelesaikan masalah Citarum,” tegas Kang Hasan lagi.

Chay yang dihubungi via telpon menambahkan, dari sekian program yang ditawarkan Hasanah yang membuat dirinya kepincut dengan pasangan Hasanah adalah jaminan untuk menegakan hukum dalam menindak perusahaan perusahaan yang membuang limbah industry ke Sungai Citarum.

"Saya rasa yang kita tunggu itukan  komitmen dan berani menegakan hukum. Karena disanalah, persoalan isu Citarum paling besar. Dengan latarbelakang Kang Hasan dan Kang Anton saya rasa beliau mampu,” jelas Chay. (*/tie)


Label: #


Berita Terkait


Berita Lainnya

  • 21 April 2018 | 21:59 WIB

    Pasteur Bandung Lautan Air, BPBD Minta Banjir Harus Segera Diatasi

    BANDUNG, BERITABANDUNG.COM -- Pasteur BTC Bandung jadi lautan air. Banjir kembali merendam daerah Pasteur Bandung setelah diguyur hujan lebat pada Sabtu (21/4/2018) sore. Jalan di kawasan Pasteur BTC berubah menjadi ...

  • 16 Maret 2018 | 18:17 WIB

    Akhir Pekan, ITB Gelar Integrated Career Days

    BANDUNG, BERITABANDUNG.COM -- Sebanyak 45 perusahaan akan hadir dalam bursa kerja Institut Teknologi Bandung (ITB) Integrated Career Days pada 17-18 Maret 2018. Acara tersebut akan berlangsung di Aula Barat dan ...

  • 08 Maret 2018 | 10:48 WIB

    Pengawasan Proyek Lancar, PDAM Tirtawening Kota Bandung Beri Pengharaan ke TP4D

    BANDUNG, BERITABANDUNG.COM -- Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtawening Kota Bandung memberikan penghargaan terhadap Tim Pengawalan, Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejari Bandung. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi ...

  • 14 Desember 2017 | 10:42 WIB

    Kadisdik Kota Bandung Minta Sekolah Periksa Buku Terbitan Yudistira

    BANDUNG, BERITABANDUNG. COM - - Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Elih Sudiapermana meminta sekolah dasar khususnya guru sekolah kelas VI untuk memeriksa buku pelajaran terbitan Yudistira.  Hal itu sehubungan dengan adanya ...

  • 12 Desember 2017 | 11:42 WIB

    Piala Presiden 2018 Diperkirakan Digelar Awal Januari

    BANDUNG, BERITABANDUNG.COM -- Piala Presiden 2018 diperkirakan akan digelar awal Januari 2018. Hal itu diungkapkan Ketua Steering Committee Piala Presiden 2018, Maruarar Sirait. Ia mengungkapkan dirinya sudah meminta waktu kepada Presiden ...

  • @ 2013 beritabandung.com