BERITABANDUNG


  • 06 Juni 2018 | 02:52 WIB

Pemprov Jabar Koordinir Proyek LRT Bandung Raya

Editor: Yatti Chahyati


 Pemprov Jabar Koordinir Proyek LRT Bandung Raya
MRT - ilustrasi

BANDUNG, BERITABANDUNG.COM -- Pemerintah Provinsi Jawa Barat menandatangani kesepakatan bersama dengan Pemkot Bandung, Pemkot Cimahi, Pemkab Bandung, Pemkab Bandung Barat dan Pemkab Sumedang tentang rencana pembangunan Light Rapid Transit (LRT) di kawasan metropolitan Bandung Raya.

Penandatanganan dilakukan langsung oleh Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) dengan lima kepala daerah terkait, di Aula Timur Gedung Sate Bandung, Senin (4/6/2018) lalu.

Kesepakatan tersebut didasari karena pembangunan jalur LRT melintasi lima daerah di Bandung Raya. Untuk itu Pemprov Jabar harus menjadi koordinator dalam perencanaan pembangunan LRT itu.

"Mengapa kita bangun kerjasama ini supaya nanti ketika ada pembicaraan dengan pusat yang jadi juru bicara diantara seluruh Kota Kabupaten adalah Provinsi karena sudah menyangkut pembangunan antar Kota Kabupaten sehingga provinsi perlu untuk menyamakan visi, niat dan menyamakan perencanaan yang kita lakukan lewat perjanjian kerjasama ini," jelas Gubernur Aher.

Sehingga proyek LRT bukan hanya rencana Pemkot Bandung tapi seluruh pemerintah daerah di Bandung Raya.

"Nanti proyek LRT bukan lagi rencana Kota Bandung tapi rencana Bandung Raya karena tidak mungkin Kota Bandung saja," kata Aher.

Apalagi, lanjut Aher, pembangunan LRT akan terintegrasi dengan proyek kereta cepat Jakarta-Bandung dimana titik akhirnya berada di Tegal Luar Kabupaten Bandung.

"Dengan demikian disebutnya LRT Bandung Raya," ujarnya.

Mengenai dimulainya pembangunan LRT Bandung Raya, Aher menuturkan saat ini belum ditentukan waktunya karena harus dikoordinasikan dengan pemerintah pusat terlebih dahulu. Ini menyangkut pembiayaan dari pusat dan menunggu keputusan dari proyek kereta cepat Jakarta-Bandung. Namun penetapan jalur LRT sudah ditentukan di 8 titik.

"Jalurnya sudah ada tinggal keseluruhannya diintegrasikan. Mulai pembangunannya belum ditentukan karena harus dikoordinasikan dulu dengan pusat, ini terkait biaya dari pusat dan pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung," tutur Aher.

Selain penandatanganan kerjasama tersebut, dalam kesempatan itu juga dilakukan Perjanjian kerjasama antara Pemprov Jabar dengan Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Kota Depok dan Kota Tangerang Selatan mengenai pengintegrasian penanganan sampah regional Nambo.

"Sampah regional untuk Nambo tadi kerjasama pendayagunaannya antara Kabupaten Bogor, Kota Depok dan Kota Tangsel. Boleh jadi nanti DKI Jakarta bagian selatan menyusul untuk buang sampah kesitu," tutup Aher. (*/tie)


Label: #


Berita Terkait


Berita Lainnya

  • 21 April 2018 | 21:59 WIB

    Pasteur Bandung Lautan Air, BPBD Minta Banjir Harus Segera Diatasi

    BANDUNG, BERITABANDUNG.COM -- Pasteur BTC Bandung jadi lautan air. Banjir kembali merendam daerah Pasteur Bandung setelah diguyur hujan lebat pada Sabtu (21/4/2018) sore. Jalan di kawasan Pasteur BTC berubah menjadi ...

  • 16 Maret 2018 | 18:17 WIB

    Akhir Pekan, ITB Gelar Integrated Career Days

    BANDUNG, BERITABANDUNG.COM -- Sebanyak 45 perusahaan akan hadir dalam bursa kerja Institut Teknologi Bandung (ITB) Integrated Career Days pada 17-18 Maret 2018. Acara tersebut akan berlangsung di Aula Barat dan ...

  • 08 Maret 2018 | 10:48 WIB

    Pengawasan Proyek Lancar, PDAM Tirtawening Kota Bandung Beri Pengharaan ke TP4D

    BANDUNG, BERITABANDUNG.COM -- Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtawening Kota Bandung memberikan penghargaan terhadap Tim Pengawalan, Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejari Bandung. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi ...

  • 14 Desember 2017 | 10:42 WIB

    Kadisdik Kota Bandung Minta Sekolah Periksa Buku Terbitan Yudistira

    BANDUNG, BERITABANDUNG. COM - - Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Elih Sudiapermana meminta sekolah dasar khususnya guru sekolah kelas VI untuk memeriksa buku pelajaran terbitan Yudistira.  Hal itu sehubungan dengan adanya ...

  • 12 Desember 2017 | 11:42 WIB

    Piala Presiden 2018 Diperkirakan Digelar Awal Januari

    BANDUNG, BERITABANDUNG.COM -- Piala Presiden 2018 diperkirakan akan digelar awal Januari 2018. Hal itu diungkapkan Ketua Steering Committee Piala Presiden 2018, Maruarar Sirait. Ia mengungkapkan dirinya sudah meminta waktu kepada Presiden ...

  • @ 2013 beritabandung.com