BERITABANDUNG


  • 13 Juni 2018 | 02:31 WIB

Dukungan untuk Hasah Terus Mengalir, Kali Ini Dari Apkasi

Editor: Yatti Chahyati


 Dukungan untuk Hasah Terus Mengalir, Kali Ini Dari Apkasi
HASANAH - ilustrasi

BANDUNG, BERITABANDUNG.COM -- Sebagai provinsi dengan wilayah paling besar di Indonesia, Jawa Barat tentunya memiliki segudang permasalahan. Beberapa diantaranya adalah kesenjangan ekonomi, kesehatan dan juga belum tersedianya lapangan pekerjaan bagi masyarakat.

"Pasangan Hasanah (TB Hasanuddin - Anton Charliyan) memiliki visi dan misi yang sangat cocok untuk diterapkan di Jabar," kata Bupati Kuningan dua periode 2003 - 2013, Aang Hamid Suganda, saat dihubungi, Selasa (12/6).

Pria yang akrab disapa Kang Aang ini menyampaikan program yang ditawarkan Kang Hasan yakni Jabar Cageur, Jabar Seubeuh, Boga Gawe, Sakola Gratis, Imah Reumpeug, Turkamling Budaya dan Jabar Molotot.com merupakan solusi untuk menuntaskan berbagai permasalahan di Jawa Barat.

Apalagi, imbuhnya, dengan latar belakang militer, Kang Hasan memiliki ketegasan yang sangat diperlukan untuk menegakkan peraturan.

"Visi misi sudah bagus, namun bila ada tindakan tegas kan tidak ada artinya," tutur mantan Sekretaris Jendral Asosiasi Pemerintahan Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) ini.

Ia juga mengapresiasi perhatian cagub Hasanah ini terhadap lingkungan. Menurut dia, selama ini perhatian pemerintah provinsi terhadap lingkungan kurang maksimal, lantaran banyak peraturan daerah yang dilanggar baik oleh pengusaha atau masyarakat biasa.

"Jawa Barat dianugerahi sumber daya alam yang begitu kaya, nah ini harus dipertahankan. Dibutuhkan pemimpin yang memiliki ketegasan agar Jawa Barat tak selalu dirundung bencana alam akibat lingkungan yang rusak. Contoh sungai Citarum yang hancur lebur karena berubah fungsi, tak bisa menjadi penampung air untuk kepentingan masyarakat lantaran terkontaminasi limbah. Terus terang, saya sedih sekali," curhat Kang Aang.

Kang Aang menambahkan, di beberapa kabupaten/kota di Jawa Barat juga banyak terjadi alih fungsi lahan, seperti area persawahan yang dibangun perumahan dan juga pabrik. Padahal lokasi perumahan atau pabrik sudah ada peruntukkannya tersendiri yakni lahan tak produktif.

Sebagai mantan Bupati apalagi hingga 2 periode, Kang Aang tentunya sangat paham permasalahan di Kuningan.

Ia mengungkapkan, saat dia memimpin, Kuningan dicanangkan sebagai daerah konservasi untuk menyimpan air.

"Sebagai daerah konservasi, di Kuningan industri besar tidak akan ada, karena akan menganggu lingkungan. Sehingga waktu itu Kuningan mendapat Kalpataru dari pemerintah tahun 2011," imbuhnya.

Ia memaparkan, di Kuningan yang dilakukan adalah industri pariwisata dan agro industri dan ini menjadi patokan atau arah membangun. Siapapun kepala daerahnya, kata Kang Aang, harus mengacu ke situ.

Peran gubernur Jabar, katanya, harus mendorong dan mempertahankan Kuningan sebagai daerah konservasi, dimana terdapat kebun raya, taman nasional Gunung Ciremai,embung- embung, situ, serta hutan kota dan hutan lindung demi menjaga keseimbangan air.

Apalagi, Kuningan menjadi andalan untuk kebutuhan air wilayah di sekitarnya, seperti Kota/Kabupaten Cirebon, Indramayu dan Majalengka.

"Jabar butuh pemimpin tegas agar menjadi lebih baik, karenanya saya terus berjuang untuk memenangkan kang hasan. Apalagi didampingi Kang Anton yang mantan Kapolda Jabar, yang tentunya sudah paham permasalahan di jabar, keamanannya bisa kondusif sekali. Soal agamanya juga kuat," tandasnya. (*/tie)


Label: #


Berita Terkait


Berita Lainnya

  • 21 April 2018 | 21:59 WIB

    Pasteur Bandung Lautan Air, BPBD Minta Banjir Harus Segera Diatasi

    BANDUNG, BERITABANDUNG.COM -- Pasteur BTC Bandung jadi lautan air. Banjir kembali merendam daerah Pasteur Bandung setelah diguyur hujan lebat pada Sabtu (21/4/2018) sore. Jalan di kawasan Pasteur BTC berubah menjadi ...

  • 16 Maret 2018 | 18:17 WIB

    Akhir Pekan, ITB Gelar Integrated Career Days

    BANDUNG, BERITABANDUNG.COM -- Sebanyak 45 perusahaan akan hadir dalam bursa kerja Institut Teknologi Bandung (ITB) Integrated Career Days pada 17-18 Maret 2018. Acara tersebut akan berlangsung di Aula Barat dan ...

  • 08 Maret 2018 | 10:48 WIB

    Pengawasan Proyek Lancar, PDAM Tirtawening Kota Bandung Beri Pengharaan ke TP4D

    BANDUNG, BERITABANDUNG.COM -- Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtawening Kota Bandung memberikan penghargaan terhadap Tim Pengawalan, Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejari Bandung. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi ...

  • 14 Desember 2017 | 10:42 WIB

    Kadisdik Kota Bandung Minta Sekolah Periksa Buku Terbitan Yudistira

    BANDUNG, BERITABANDUNG. COM - - Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Elih Sudiapermana meminta sekolah dasar khususnya guru sekolah kelas VI untuk memeriksa buku pelajaran terbitan Yudistira.  Hal itu sehubungan dengan adanya ...

  • 12 Desember 2017 | 11:42 WIB

    Piala Presiden 2018 Diperkirakan Digelar Awal Januari

    BANDUNG, BERITABANDUNG.COM -- Piala Presiden 2018 diperkirakan akan digelar awal Januari 2018. Hal itu diungkapkan Ketua Steering Committee Piala Presiden 2018, Maruarar Sirait. Ia mengungkapkan dirinya sudah meminta waktu kepada Presiden ...

  • @ 2013 beritabandung.com