BERITABANDUNG


  • 22 Juli 2018 | 20:46 WIB

Pasca OTT, KPK Sebut Kalapas Sukamiskin Terang-Terangan Minta Uang Dan Mobil

Editor: Yatti Chahyati


 Pasca OTT, KPK Sebut Kalapas Sukamiskin Terang-Terangan Minta Uang Dan Mobil
KRIMINAL - Kepala Lapas Sukamiskin Bandung Wahid Husein saat ditangkap KPK. (antara)

BANDUNG, BERITABANDUNG.COM -- Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Febri Diansyah mengatakan Kepala Lapas Sukamiskin Bandung Wahid Husein diduga secara terang-terangan meminta mobil, uang dan sejenisnya kepada narapidana, tanpa menggunakan sandi atau kode terselubung.

"KPK menemukan bukti-bukti permintaan tersebut, baik langsung maupun tidak langsung, bahkan tidak lagi menggunakan sandi atau kode-kode terselubung, sangat terang, termasuk pembicaraan tentang `nilai kamar` dalam rentang Rp200 juta sampai dengan 500 juta per kamar," kata Febri di Jakarta, Minggu.

KPK baru saja menetapkan empat tersangka suap pemberian fasilitas, pemberian perizinan, ataupun pemberian lainnya di Lembaga Pemasyarakatan Kelas 1 Sukamiskin Bandung.

Empat tersangka itu, yakni Kalapas Sukamiskin Wahid Husein (WH), Hendry Saputra (HND) yang merupakan staf Wahid Husein, narapidana kasus korupsi Fahmi Darmawansyah (FD), dan Andri Rahmat (AR) yang merupakan narapidana kasus pidana umum/tahanan pendamping (tamping) dari Fahmi Darmawansyah.

Sebelumnya, kata Febri, KPK mengidentifikasi bahwa Wahid Husein meminta mobil jenis Mitsubishi Triton Athlete warna putih, bahkan sempat menawarkan agar dibeli di diler yang sudah dikenalnya.

"Namun, karena mobil jenis dan warna tersebut tidak ada, akhirnya diganti dengan Triton warna hitam yang kemudian diantar dalam keadaan baru tanpa pelat nomor ke rumah WH," ungkap Febri.

KPK menduga Wahid Husein menerima pemberian berupa uang dan dua mobil dalam jabatannya sebagai Kalapas Sukamiskin sejak Maret 2018 terkait dengan pemberian fasilitas, izin, luar biasa, dan lainnya yang tidak seharusnya kepada narapidana tertentu.

"Diduga pemberian dari FD tersebut terkait dengan fasilitas sel atau kamar yang dinikmati oleh FD dan kemudahan baginya untuk dapat keluar masuk tahanan," kata Wakil Ketua KPK Laode M Syarif saat konferensi pers di Gedung KPK RI, Jakarta, Sabtu (21/7) malam.

Penerimaan-penerimaan tersebut, kata Syarif, diduga dibantu dan diperantarai oleh orang dekat keduanya, yakni Hendry Saputra dan Andri Rahmat. (*/antara)


Label: #


Berita Terkait

  • Hukum Kriminal
    04 September 2018 | 18:26 WIB

    Pengadilan di Jabar Bakal Segera Berlakukan Sistem Online

    BANDUNG, BERITABANDUNG.COM -- Pengadilan Tinggi Jawa Barat menargetkan pada November 2018 semua pengadilan di Jawa Barat sudah melakukan E Court. Sistem tersebut dilakukan untuk memberi pelayanan sederhana, cepat dan biaya ...

  • Hukum Kriminal
    07 Agustus 2018 | 22:42 WIB

    Sutradara Video Porno Anak Di Bandung Dituntut Tujuh Tahun

    BANDUNG, BERITABANDUNG.COM -- Terdakwa utama Faisal Akbar, sekaligus sutradara kasus video porno yang melibatkan anak di bawah umur di Bandung, dituntut tujuh tahun penjara dalam sidang lanjutan di Pengadilan Negeri ...

  • Hukum Kriminal
    30 Juli 2018 | 21:59 WIB

    Narkotika, Iriawan: Penjara atau Liang Lahat!

    BANDUNG, BERITABANDUNG.COM -- Narkoba, menjadi ancaman bangsa. Peredaran dan penyalahgunaannya telah menjadi permasalahan seluruh negara di dunia. Sehingga peredaran narkoba, termasuk kedalam kategori kejahatan antar negara (transnational crime). Kegiatan peredaran narkotika ...

  • Hukum Kriminal
    10 Mei 2018 | 17:13 WIB

    Wakapolri Sebut Kondisi Rutan Mako Brimob Overload

    BOGOR, BERITABANDUNG.COM -- Wakil Kepala Polri Komjen (Pol) Syafruddin mengatakan kondisi rutan negara di Markas Komando (Mako) Brimob, Kelapa Dua, Depok sudah melebihi kapasitas atau "overload". "Ini sudah dikoordinasikan dengan seksama ...

  • Hukum Kriminal
    27 April 2018 | 20:03 WIB

    Ratusan Handphone Sitaan Dimuncahkan Kemenkumham Jabar

    BANDUNG, BERITABANDUNG.COM -- Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia Jawa Barat memusnahkan barang bukti berupa 526 handphone hasil sitaan dari seluruh lembaga pemasyarakatan di Jawa Barat. "Seluruh lapas dan ...


Berita Lainnya

  • 21 April 2018 | 21:59 WIB

    Pasteur Bandung Lautan Air, BPBD Minta Banjir Harus Segera Diatasi

    BANDUNG, BERITABANDUNG.COM -- Pasteur BTC Bandung jadi lautan air. Banjir kembali merendam daerah Pasteur Bandung setelah diguyur hujan lebat pada Sabtu (21/4/2018) sore. Jalan di kawasan Pasteur BTC berubah menjadi ...

  • 16 Maret 2018 | 18:17 WIB

    Akhir Pekan, ITB Gelar Integrated Career Days

    BANDUNG, BERITABANDUNG.COM -- Sebanyak 45 perusahaan akan hadir dalam bursa kerja Institut Teknologi Bandung (ITB) Integrated Career Days pada 17-18 Maret 2018. Acara tersebut akan berlangsung di Aula Barat dan ...

  • 08 Maret 2018 | 10:48 WIB

    Pengawasan Proyek Lancar, PDAM Tirtawening Kota Bandung Beri Pengharaan ke TP4D

    BANDUNG, BERITABANDUNG.COM -- Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirtawening Kota Bandung memberikan penghargaan terhadap Tim Pengawalan, Pengamanan Pemerintahan dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejari Bandung. Penghargaan tersebut diberikan sebagai bentuk apresiasi ...

  • 14 Desember 2017 | 10:42 WIB

    Kadisdik Kota Bandung Minta Sekolah Periksa Buku Terbitan Yudistira

    BANDUNG, BERITABANDUNG. COM - - Kepala Dinas Pendidikan Kota Bandung, Elih Sudiapermana meminta sekolah dasar khususnya guru sekolah kelas VI untuk memeriksa buku pelajaran terbitan Yudistira.  Hal itu sehubungan dengan adanya ...

  • 12 Desember 2017 | 11:42 WIB

    Piala Presiden 2018 Diperkirakan Digelar Awal Januari

    BANDUNG, BERITABANDUNG.COM -- Piala Presiden 2018 diperkirakan akan digelar awal Januari 2018. Hal itu diungkapkan Ketua Steering Committee Piala Presiden 2018, Maruarar Sirait. Ia mengungkapkan dirinya sudah meminta waktu kepada Presiden ...

  • @ 2013 beritabandung.com